PEKANBARU - Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau menunjukkan penurunan pada Kamis (17/9/2026) sore.
Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, hotspot di Riau tercatat 67 titik, jauh lebih rendah dibandingkan konsentrasi titik panas di sejumlah provinsi lain di Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine mengatakan, hotspot Riau tersebar di sembilan kabupaten/kota. Konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Inhu yang mencapai 41 titik.
"Untuk wilayah Riau, jumlah titik panas terpantau sebanyak 67 titik," kata Mari.
Data BMKG menunjukkan, selain Inhu, hotspot terpantau di Kabupaten Kampar sebanyak delapan titik, Siak lima titik, Dumai empat titik, Pelalawan tiga titik, Inhil tiga titik, Rohil dua titik, serta Rohul satu titik.
Meski kondisi hotspot Riau menurun, situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat regional Sumatera masih perlu mendapat perhatian. Total hotspot yang terpantau BMKG pada Kamis sore mencapai 2.820 titik.
Sebaran tersebut didominasi Sumatera Selatan dengan 1.976 titik, disusul Jambi 278 titik, Bangka Belitung 289 titik.
Kemudian, Lampung 194 titik, Kepulauan Riau sembilan titik, Sumatera Utara enam titik dan Bengkulu satu titik.
Dengan demikian, Sumatera Selatan menyumbang sekitar 70 persen dari total hotspot Sumatera pada pemantauan Kamis sore.
Besarnya konsentrasi hotspot di Sumatera Selatan menunjukkan bahwa penurunan titik panas di Riau belum serta-merta menggambarkan meredanya ancaman karhutla di kawasan Sumatera secara keseluruhan.
Kondisi tersebut juga penting diperhatikan karena asap akibat kebakaran di suatu wilayah berpotensi memengaruhi kualitas udara di daerah lain, bergantung pada arah dan kecepatan angin serta kondisi atmosfer.
Di tengah penurunan jumlah hotspot Riau, Kabupaten Inhu menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas paling tinggi.
Sebanyak 41 dari 67 hotspot Riau berada di Inhu. Artinya, lebih dari separuh hotspot Riau pada Kamis sore terkonsentrasi di satu daerah.
Data ini membuat perkembangan karhutla di Inhu menjadi salah satu indikator penting untuk melihat apakah penurunan hotspot Riau dapat bertahan atau kembali meningkat.
Sementara itu, hotspot di daerah lain relatif tersebar dengan jumlah yang lebih rendah.
Kampar tercatat delapan titik, Siak lima titik, Dumai empat titik, sedangkan Pelalawan dan Inhil masing-masing tiga titik.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot di Sumatera, termasuk Riau, sebagai bagian dari pemantauan kondisi atmosfer dan potensi karhutla.