PEKANBARU - Lonjakan titik panas atau hotspot kembali terjadi di wilayah Sumatera. Data pemantauan BMKG Pekanbaru pada Selasa (29/9/2026) sore mencatat sebanyak 2.682 titik panas terdeteksi di sejumlah provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun mengatakan, konsentrasi hotspot masih sangat dominan berada di Sumatera Selatan dengan 1.975 titik.
"Total titik panas wilayah Sumatera sore ini sebanyak 2.682 titik," ujar Anggun.
Selain Sumatera Selatan, hotspot dalam jumlah cukup besar terpantau di Jambi sebanyak 376 titik, Lampung 167 titik, serta Bangka Belitung 139 titik.
Sementara itu, Riau mencatat enam titik panas. Sebarannya berada di empat kabupaten, yakni Pelalawan dua titik, Siak dua titik, Bengkalis satu titik dan Indragiri Hulu satu titik.
Rincian hotspot Sumatera yang terpantau BMKG pada Selasa sore yakni Sumatera Selatan 1.975 titik, Jambi 376 titik, Lampung 167 titik dan Bangka Belitung 139 titik.
Kemudian, Sumatera Utara 13 titik, Riau 6 titik, Sumatera Barat 4 titik dan Kepulauan Riau 2 titik.
Data tersebut menunjukkan bahwa pusat konsentrasi hotspot Sumatera saat ini bukan berada di Riau, melainkan terkonsentrasi sangat besar di Sumatera Selatan.
Meski jumlah hotspot Riau relatif rendah dibandingkan provinsi lain, kemunculan titik panas di empat kabupaten tetap perlu menjadi perhatian, terutama karena karakteristik lahan dan kondisi cuaca dapat memengaruhi potensi berkembangnya kebakaran.
Untuk Riau, hotspot terpantau di Bengkalis, Pelalawan, Siak dan Indragiri Hulu. Pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah yang terdapat titik panas perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan.
Data hotspot sendiri merupakan hasil deteksi penginderaan jauh dan perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan untuk memastikan apakah titik tersebut benar merupakan kejadian kebakaran.
Dengan dominasi hotspot yang mencapai hampir dua ribu titik di Sumatera Selatan, perkembangan cuaca dan arah angin juga menjadi faktor penting yang perlu dipantau untuk mengantisipasi potensi dampak asap lintas wilayah.