www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU, Pemprov Riau Minta Pertamina Tambah Pasokan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kabut Asap Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Dokter Paru Minta Rumah Oksigen Disiapkan
Kamis, 08 Oktober 2026 - 13:43:52 WIB
Kasus ISPA dan bronkitis naik, dokter paru ingatkan bahaya kabut asap Karhutla (foto/int)
Kasus ISPA dan bronkitis naik, dokter paru ingatkan bahaya kabut asap Karhutla (foto/int)

PEKANBARU – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda mulai menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Gangguan pernapasan diperkirakan semakin terasa seiring meningkatnya konsentrasi partikel halus PM2,5 di udara.

Kelompok rentan menjadi pihak yang paling berisiko mengalami dampak buruk paparan asap, mulai dari bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, hingga masyarakat yang sebelumnya telah memiliki penyakit paru dan saluran pernapasan seperti asma, tuberkulosis (TB), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru, sinusitis, dan rhinitis.

Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Provinsi Riau, Dr dr Indra Yovi Sp.P (K), mengatakan dampak kesehatan akibat paparan asap akan semakin berat apabila konsentrasi PM2,5 terus meningkat.

Ia menyebut peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan bronkitis, baik pasien rawat jalan maupun rawat inap, sudah terlihat signifikan pada Agustus dan September dibandingkan periode Mei, Juni, dan Juli.

“Paparan asap yang terjadi dalam waktu yang lama akan mengakibatkan mudahnya terjadi serangan atau eksaserbasi pada orang-orang yang menderita asma, bronkiektasis dan PPOK. Pada orang-orang yang sedang ataupun pernah menderita TB maupun penyakit infeksi kronis lain juga akan mengakibatkan mudah terjadinya infeksi baru dan penurunan fungsi paru. Pasien asma dan PPOK juga bisa mengalami serangan yang mengancam jiwa yang ditandai dengan gagal napas,” katanya, Kamis (8/10/2026).

Melihat kondisi tersebut, dr Yovi meminta pemerintah daerah mulai mengambil langkah antisipasi. Salah satunya dengan memetakan lokasi yang dapat digunakan sebagai Rumah Oksigen atau Tenda Oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen.

“Karena itu, demikian dr Yovi, Pemprov, Pemkab dan Pemko SeRiau sebaiknya sudah mulai melakukan pemetaan untuk mempersiapkan Rumah Oksigen/Tenda Oksigen yang nantinya bisa diperuntukkan untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen,” katanya.

Menurutnya, langkah perlindungan masyarakat juga harus diperkuat melalui distribusi masker secara masif. Edukasi mengenai pentingnya menggunakan masker selama kondisi udara buruk juga perlu ditingkatkan.

Pemerintah, lanjutnya, tidak perlu ragu mengambil kebijakan untuk membatasi aktivitas masyarakat di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kondisi yang membahayakan kesehatan.

“Termasuk juga selalu mengevaluasi PJJ bagi sekolah, dan jangan ragu memperpanjang PJJ seandainya kondisi udara masih pada level berbahaya untuk kesehatan,” ujarnya.

Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat juga diminta meningkatkan perlindungan diri dengan menggunakan masker. Masker N95 menjadi pilihan yang paling direkomendasikan karena mampu menyaring partikel polutan berukuran PM2,5 yang terdapat dalam asap karhutla.

“Masker yang paling direkomendasikan yakni masker N95. Tetapi minimal pakai masker bedah biasa untuk kondisi sekarang sudah cukup, karena masker N95 kadang susah didapat dan harganya relatif mahal,” katanya.

Selain penggunaan masker, dr Yovi juga menyarankan masyarakat menggunakan air purifier di dalam rumah. Alat tersebut dinilai dapat membantu membersihkan udara apabila asap mulai masuk ke dalam ruangan sehingga mengurangi risiko polusi udara di dalam rumah atau indoor pollution.

Aktivitas olahraga di luar ruangan juga sebaiknya dihentikan sementara selama kualitas udara masih buruk.

“Aktifitas olahraga diluar rumah seperti bersepeda ataupun jogging dengan kondisi sekarang sebaiknya ditunda,” sebutnya.

Masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh dengan memenuhi kebutuhan cairan. Minum air putih yang cukup diperlukan untuk mencegah dehidrasi sekaligus mengurangi keluhan tenggorokan kering akibat paparan asap.

“Masyarakat kami imbau untuk dapat menjaga kesehatan, seperti minum air putih yang cukup. Serta makan makanan yang sehat dan bergizi,” imbaunya dikutip dari MCRiau.

Khusus bagi kelompok rentan, dr Yovi mengingatkan agar lebih disiplin membatasi aktivitas di luar rumah. Lansia serta masyarakat yang memiliki penyakit paru dan gangguan saluran pernapasan menjadi kelompok yang harus mendapat perhatian lebih selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Riau.

“Kelompok rentan seperti lansia, mereka yang memiliki penyakit paru sebaiknya menghindari aktivitas diluar rumah,” katanya.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Riau penghasil minyak, Plt Gubri SF Hariyanto minta Pertamina pastikan BBM masyarakat tak langka (foto/int)Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU, Pemprov Riau Minta Pertamina Tambah Pasokan
Bupati dan Wabup Pelalawan lepas Kirab Budaya dalam rangkaian Helat Pelalawan ke-27 (foto/Andy)Bupati dan Wabup Lepas Kirab Budaya, Rangkaian Helat Pelalawan ke-27 Dimulai
Kementerian Hukum dan Pemprov Riau perkuat sinergi, harmonitas percepat lahirnya Perda (foto/int)Perda di Riau Bakal Lebih Cepat Terbit, Aplikasi Harmonitas Jadi Andalan Baru
Ilustrasi RTH Kaca Mayang dan Tunjuk Ajar ditutup sementara akibat kabut asap (foto/x)Kabut Asap Pekat, Pemko Pekanbaru Tutup Sejumlah RTH hingga Minggu
Ilustrasi asap masih menyelimuti Pekanbaru (foto/int)Asap Masih Selimuti Riau, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Petir
  Riau-Malaysia perkuat hubungan, peluang kerja sama ekonomi hingga budaya dibuka (foto/int)Riau Buka Peluang Perluas Kerja Sama dengan Malaysia, Fokus Ekonomi hingga Budaya
Kasus ISPA dan bronkitis naik, dokter paru ingatkan bahaya kabut asap Karhutla (foto/int)Kabut Asap Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Dokter Paru Minta Rumah Oksigen Disiapkan
Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menjaga keandalan operasi lewat optimalisasi PLTS 3,77 MWp (foto/ist)Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai Jaga Keandalan Operasi Lewat Optimalisasi PLTS 3,77 MWp
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru turun hari ini (foto/riki)Harga Emas Antam di Pekanbaru Turun, 1 Gram Kini Rp2,565 Juta
ilustrasi AI.MBG Makan Tumbal? 151 Siswa dan Guru Tumbang, Mual hingga Diare
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved