PEKANBARU – Sebanyak 2.440 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Senin (12/10/2026) sore.
Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 1.741 titik, sementara Provinsi Riau tercatat hanya memiliki tiga titik panas.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira menyampaikan, sebaran hotspot di Riau terpantau di tiga kabupaten, yakni Indragiri Hilir, Siak, dan Pelalawan, masing-masing satu titik.
Meski jumlahnya jauh lebih rendah dibandingkan provinsi lain di Sumatera, keberadaan hotspot di Riau tetap perlu dipantau untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan mendominasi sebaran hotspot dengan 1.741 titik," ucapnya.
Berikutnya, Lampung mencatat 267 titik, Kepulauan Bangka Belitung 234 titik, dan Jambi 194 titik. Sementara itu, Bengkulu terdeteksi satu titik panas.
Data tersebut menunjukkan konsentrasi hotspot masih terpusat di Sumatera Selatan. Namun, rendahnya jumlah titik panas di Riau tidak serta-merta meniadakan risiko karhutla, sehingga perkembangan sebaran hotspot dan kondisi cuaca tetap perlu diperhatikan.