PEKANBARU – Kesiapan menghadapi kecelakaan pesawat dan ancaman keamanan menjadi fokus latihan penanggulangan keadaan darurat (PKD) skala penuh di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Rabu (14/10/2026).
Sebanyak 320 personel lintas instansi dikerahkan untuk menguji kemampuan evakuasi korban, pemadaman kebakaran, penanganan sandera, serta koordinasi antarpihak dalam menghadapi situasi kritis di kawasan bandara.
Latihan ini menggunakan dua skenario berisiko tinggi, yakni pesawat mengalami kerusakan mesin hingga keluar landasan dan terbakar, serta penyanderaan penumpang di area check-in.
Dalam skenario pertama, pesawat Siak Airways nomor penerbangan SIK 007 rute Jakarta-Pekanbaru mengalami gangguan mesin saat mendarat.
Pesawat kemudian keluar landasan dan terbakar, dengan sejumlah penumpang disimulasikan mengalami luka ringan, luka berat hingga meninggal dunia.
Petugas gabungan harus melakukan pemadaman api, mengevakuasi penumpang, memberikan pertolongan medis, serta mendata korban bersama maskapai dan fasilitas kesehatan.
Skenario berikutnya menguji penanganan gangguan keamanan. Seorang penumpang disandera oleh pelaku yang menuntut pembebasan rekannya setelah diamankan petugas Aviation Security (Avsec) karena dicurigai membawa barang terlarang.
Petugas keamanan bandara bersama aparat terkait dituntut mengendalikan situasi tanpa mengabaikan keselamatan sandera dan pengguna jasa lainnya.
General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Achmad, mengatakan latihan tersebut dirancang untuk memastikan setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawabnya saat menghadapi keadaan darurat.
“Yang diuji bukan hanya kecepatan respons, tetapi juga bagaimana komunikasi, koordinasi, evakuasi, pertolongan terhadap korban, pemadaman kebakaran, pengendalian situasi dan pengamanan area serta penanganan dampak keadaan darurat lainnya dapat berjalan secara terpadu,” ujar Achmad.
Sebanyak 320 personel yang terlibat berasal dari unsur Airport Emergency Committee (AEC) dan Airport Security Committee (ASC).
Mereka di antaranya berasal dari Lanud Roesmin Nurjadin, Basarnas Pekanbaru, Tim DVI Polda Riau, Polresta Pekanbaru, Polsek Bukit Raya, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru, Balai Karantina Kesehatan Kelas I Pekanbaru, maskapai penerbangan, serta sejumlah rumah sakit.
Latihan ini juga digunakan untuk menguji efektivitas Airport Emergency Plan (AEP), termasuk kesiapan personel, fasilitas, peralatan, dan mekanisme koordinasi dalam penanganan insiden.
Achmad berharap latihan bersama tersebut memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan agar penanganan keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi.
“Melalui latihan PKD skala penuh bersama seluruh stakeholder seperti ini diharapkan semakin memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur Airport Emergency Committee, sehingga apabila terjadi keadaan darurat, penanganan dapat dilakukan secara cepat, terukur, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan jiwa,” tambahnya.
Meski demikian, efektivitas latihan tidak cukup diukur dari jumlah personel yang dikerahkan. Evaluasi terhadap kecepatan respons, ketepatan prosedur, komunikasi lintas instansi, dan kendala di lapangan menjadi penting untuk memastikan kesiapan tersebut benar-benar dapat diterapkan saat insiden nyata terjadi.
Latihan ini merupakan bagian dari upaya Injourney Airports memperkuat kesiapsiagaan operasional sekaligus menjaga keselamatan dan keamanan pengguna jasa Bandara Internasional SSK II Pekanbaru.