PEKANBARU – Kabut asap masih menjadi ancaman bagi masyarakat di Provinsi Riau pada Selasa (20/10/2026) pagi. Meski jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Riau terpantau hanya satu titik, masyarakat tetap diminta waspada terhadap dampak buruk asap bagi kesehatan, terutama gangguan pada sistem pernapasan.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan berdasarkan pemantauan pada Selasa pagi, jumlah titik panas di wilayah Sumatera mencapai 1.381 titik.
“Total titik panas wilayah Sumatera sebanyak 1.381 titik,” kata Ranti Kurniati, Selasa (20/10/2026) pagi.
Berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 753 titik. Berikutnya, Kepulauan Bangka Belitung tercatat memiliki 357 titik, Lampung 183 titik, dan Jambi sebanyak 82 titik.
Sementara itu, Bengkulu terpantau memiliki tiga titik panas, Sumatera Barat dua titik, dan Riau satu titik. Satu titik panas di Riau tersebut terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir.
Minimnya jumlah titik panas di Riau belum serta-merta menghilangkan kekhawatiran terhadap kondisi udara. Pasalnya, asap masih dilaporkan tebal di sejumlah wilayah sehingga masyarakat diminta tidak mengabaikan risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang disarankan untuk mengurangi paparan asap.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan,” demikian imbauan BMKG Stasiun Pekanbaru.
Masyarakat juga diminta membatasi kegiatan di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat. Langkah tersebut penting untuk mengurangi paparan udara yang tercemar, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.
BMKG mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara serta mengambil langkah perlindungan sesuai kondisi di lingkungan masing-masing.