PEKANBARU – Provinsi Riau kembali mencatat nihil titik panas atau hotspot berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Rabu (28/10/2026) sore. Meski demikian, enam titik panas masih terdeteksi di sejumlah wilayah lain di Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella Rizky Adelia menyampaikan, sebaran enam titik panas tersebut berada di tiga provinsi, yakni Bangka Belitung, Lampung, dan Sumatera Selatan.
Bangka Belitung menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni empat titik. Sementara itu, Lampung dan Sumatera Selatan masing-masing terdeteksi satu titik panas.
“Untuk wilayah Riau, berdasarkan pemantauan sore ini, tidak terdeteksi adanya titik panas,” ucap Bella.
Tidak terdeteksinya hotspot di Riau menjadi perkembangan positif dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, kondisi tersebut perlu disikapi secara proporsional karena data titik panas merupakan indikator awal yang digunakan untuk memantau potensi kebakaran, bukan satu-satunya ukuran untuk memastikan kondisi lapangan sepenuhnya bebas api.
Hotspot yang terdeteksi melalui pemantauan satelit juga perlu diverifikasi lebih lanjut untuk memastikan apakah berkaitan dengan kebakaran lahan atau sumber panas lainnya.
Karena itu, kondisi nihil hotspot dalam pemantauan kali ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa risiko karhutla di seluruh wilayah Riau telah hilang.
Pemantauan berkala dan pemeriksaan lapangan tetap menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.