PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, kembali dipercaya memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Riau untuk masa bakti 2026-2030. Kepercayaan tersebut menandai periode keempat Agung menakhodai organisasi otomotif di Bumi Lancang Kuning.
Agung bersama jajaran pengurus IMI Riau resmi dilantik oleh Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Soeprapto, dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI 2026 di Hotel Premier, Pekanbaru, Selasa (3/11/2026) malam.
Pelaksanaan Rakernas IMI di Pekanbaru menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada para pengurus otomotif dari seluruh Indonesia. Kegiatan yang dihadiri perwakilan dari 38 provinsi itu diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor investasi, pariwisata, dan perekonomian daerah.
Agung mengatakan, kehadiran delegasi dari berbagai provinsi menjadi peluang bagi Riau, khususnya Kota Pekanbaru, untuk semakin dikenal secara nasional.
"Alhamdulillah, kita menjadi tuan rumah Rakernas. Tentu kehadiran 38 provinsi ini bisa mengenalkan Provinsi Riau, bahkan Kota Pekanbaru. Harapan kita ke depan semakin banyak yang datang, baik untuk berinvestasi maupun melihat berbagai potensi yang ada di sini," kata Agung.
Menurutnya, rangkaian kegiatan Rakernas berlangsung selama tiga hari. Para peserta yang datang bersama rombongan turut membuka peluang bagi pelaku usaha dan sektor pariwisata untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Kembali dipercaya memimpin IMI Riau untuk periode keempat menjadi amanah penting bagi Agung. Jika dihitung berdasarkan masa kepengurusan empat tahunan, ia telah memimpin organisasi tersebut selama kurang lebih 16 tahun.
Agung berharap IMI Riau dapat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. Organisasi otomotif tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan olahraga otomotif, tetapi juga berperan dalam menekan aksi balap liar dan meningkatkan prestasi atlet.
"Harapan kita tentu bisa berkolaborasi melalui dunia otomotif untuk membangun Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru. Kita juga ingin menentang balapan liar, memajukan otomotif, serta memperhatikan seluruh atlet yang tergabung di dalamnya," jelasnya.
Ia menegaskan, pengembangan IMI Riau ke depan tidak hanya terbatas pada kegiatan balapan. Organisasi tersebut juga memiliki bidang pariwisata yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan daerah, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Salah satu target yang ingin diperjuangkan melalui Rakernas IMI 2026 adalah mendatangkan lebih banyak event berskala nasional ke Pekanbaru. Berbagai kegiatan tersebut meliputi olahraga otomotif, pariwisata, hingga agenda nasional lainnya.
"Kita akan membawa event-event nasional ke Kota Pekanbaru. Termasuk event pariwisata, balapan, dan kegiatan lainnya. Harapan kita juga ada fasilitas atau bangunan olahraga yang bisa dibantu pembangunannya, khususnya untuk Kota Pekanbaru," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Soeprapto, mengapresiasi pelaksanaan Rakernas sekaligus pelantikan pengurus IMI Riau. Ia menyebut, Rakernas di Pekanbaru menjadi agenda pertama yang digelar di luar Jakarta selama masa kepemimpinannya.
Moreno menilai pengurus IMI di tingkat provinsi memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelaksanaan program organisasi. Meski pengurus pusat menjalankan fungsi administrasi dan penyusunan kebijakan, implementasi program lebih banyak dilakukan di daerah.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. IMI Pusat telah menyiapkan regulasi dan sistem kejuaraan berjenjang untuk menjaring serta mengembangkan bibit pembalap roda dua maupun roda empat.
Pembinaan tersebut dimulai sejak anak berusia empat, tujuh, hingga sepuluh tahun. Jenjang kompetisi disiapkan dari kelas dasar hingga gokart sebelum para pembalap diarahkan menuju kompetisi tingkat internasional.
Moreno berharap IMI Riau mampu memperkuat kolaborasi dengan komunitas otomotif dan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Selain pembinaan atlet, ia mengingatkan agar penyelenggaraan event otomotif senantiasa mengutamakan kualitas, keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, serta kesiapan sumber daya manusia.
Menurutnya, keberhasilan sebuah event tidak hanya diukur dari lahirnya pembalap berprestasi. Kualitas ekosistem pendukung, seperti marshal, tim medis, dan tenaga pelaksana lainnya, juga menjadi faktor penting.
Moreno turut menyoroti besarnya dampak ekonomi dari penyelenggaraan event otomotif terhadap daerah. Kegiatan tersebut dinilai mampu menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi acara.
Ia menyebut, aktivitas ekonomi masyarakat bahkan mulai terlihat sejak sesi latihan hingga hari perlombaan berlangsung.
"Alhamdulillah, dampak ekonominya memang sangat terasa. Para pedagang UMKM tanpa diundang datang ke lokasi. Mulai dari hari Kamis saat latihan, kemudian Jumat semakin bertambah. Kita juga prioritaskan masyarakat dari wilayah setempat untuk ikut berpartisipasi," tutupnya dikutip dari pekanbaru.go.id.