PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mencapai 321 titik pada Rabu (4/11/2026) sore.
Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi, sementara Riau terpantau memiliki lima titik panas.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi menyampaikan, dari total 321 hotspot di Sumatera, sebanyak 142 titik berada di Jambi dan 129 titik terdeteksi di Sumatera Selatan.
Dua provinsi tersebut menyumbang sebagian besar titik panas yang terpantau di kawasan Sumatera.
Di Riau, lima hotspot tersebar di empat kabupaten. Indragiri Hilir menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni dua titik, sedangkan Siak, Pelalawan, dan Indragiri Hulu masing-masing terdeteksi satu titik panas.
Data tersebut menunjukkan aktivitas hotspot di Riau masih terpantau dalam jumlah terbatas dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera.
Namun, keberadaan titik panas tetap menjadi indikator yang perlu diperhatikan, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, lima hotspot di Riau masing-masing terdeteksi di Kabupaten Siak satu titik, Pelalawan satu titik, Indragiri Hilir dua titik, serta Indragiri Hulu satu titik.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun jumlah hotspot di Riau relatif kecil, pemantauan tetap penting untuk mengantisipasi perkembangan kebakaran hutan dan lahan, terutama jika kondisi cuaca mendukung munculnya titik panas baru.