PEKANBARU - Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Riau melalui penyediaan ruang Mini Showcase Produk Unggulan IKM/UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Riau.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengapresiasi langkah Dekranasda Riau yang memilih bandara sebagai lokasi untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM kepada masyarakat luas.
Hal itu disampaikan Achmad saat menghadiri pembukaan Mini Showcase Produk Unggulan IKM/UMKM Binaan Dekranasda Provinsi Riau di Bandara SSK II, Rabu (5/11/2026).
"Kami dari manajemen Bandara Sultan Syarif Kasim II sangat berterima kasih dan mengapresiasi Dekranasda Provinsi Riau telah menjadikan Bandara SSK II sebagai mini showcase untuk memperkenalkan UMKM unggulan yang ada di Riau," kata Achmad.
Menurutnya, Bandara SSK II merupakan salah satu pintu gerbang Provinsi Riau yang memiliki potensi pasar cukup besar. Setiap hari, bandara tersebut melayani ribuan penumpang yang datang maupun berangkat dari Pekanbaru.
"Tentunya, Bandara SSK II ini adalah pintu gerbang Provinsi Riau. Kurang lebih 7000 - 8000 penumpang per hari berdatangan. Mudah-mudahan dengan adanya showcase mini ini, dapat mendorong kemajuan UMKM di Provinsi Riau," jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, manajemen bandara menyediakan area khusus sepanjang 25 meter di jalur strategis yang dilalui para penumpang.
"Mini Showcase ini memiliki panjang hingga 25 meter, yang kita pajang di sepanjang jalan menuju check in counter dan boarding lounge," ungkapnya.
Selain mendukung promosi produk UMKM, Achmad menegaskan bahwa manajemen Bandara SSK II juga berkomitmen mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan Melayu Riau.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pemutaran suara atau backsound pantun khas Melayu di lingkungan bandara selama satu tahun terakhir.
"Bentuk dukungan kami terhadap kebudayaan melayu. Kami dari manajemen sangat mendukung kemajuan budaya melayu, salah satunya melalui suara atau backsound pantun khas melayu pada satu tahun terakhir," katanya.
Dukungan terhadap budaya lokal juga dilakukan melalui kebijakan penggunaan pakaian etnik Melayu bagi seluruh karyawan bandara setiap hari Kamis.
Selain itu, manajemen Bandara SSK II memberikan kesempatan kepada seniman lokal untuk menampilkan kesenian daerah di area bandara setiap hari Jumat.
"Kami juga memberikan apresiasi kepada seniman Riau untuk dapat menampilkan keseniannya di Bandara SSK II pada tiap hari Jum'at, contohnya gambus, lagu khas melayu dan tarian secara langsung," pungkasnya.