www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Bukan Sekadar Bangun Jalan, HPJI Riau Dorong Infrastruktur Tahan Perubahan Iklim
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Warga Resah, Jalan Alternatif Pekanbaru Gelap dan Rentan Kejahatan Malam
Minggu, 04 Januari 2026 - 20:52:10 WIB
Jalan Parit Indah Pekanbaru gelap gulita saat malam hari karena minim PJU.(foto: tribunpekanbaru.com)
Jalan Parit Indah Pekanbaru gelap gulita saat malam hari karena minim PJU.(foto: tribunpekanbaru.com)

PEKANBARU - Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas strategis Kota Pekanbaru kian memicu kekhawatiran warga.

Kondisi jalan yang gelap, ditambah cahaya lampu tertutup rimbunnya pepohonan, dinilai meningkatkan risiko kriminalitas dan mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Sejumlah ruas yang menjadi akses penghubung antarwilayah dan jalur alternatif menuju jalan nasional masih ditemukan dalam kondisi minim penerangan.

Di antaranya Jalan Parit Indah, Harapan Raya Ujung, Jalan Pesantren hingga ruas Jalan Lintas Timur.

Padahal, jalur-jalur tersebut merupakan lintasan utama kendaraan roda dua dan roda empat untuk menunjang mobilitas harian masyarakat Pekanbaru, termasuk sebagai akses pemendek jarak menuju kawasan lain di Riau.

Salah satu lokasi yang disorot warga adalah Jalan Pesantren yang tembus ke Jalan Parit Indah.

Pada satu bentangan sepanjang kurang lebih satu kilometer, penerangan jalan nyaris tidak tersedia.

Kondisi diperparah dengan vegetasi liar yang menutup pandangan dan belokan tajam tanpa lampu, khususnya di arah menuju SPBU setempat.

“Kalau malam hari memang harus ekstra waspada. Jalannya sepi dan gelap,” ujar Andi, warga yang rutin melintasi jalur tersebut untuk menuju Jalan Sudirman.

Andi mengungkapkan, kawasan itu pernah menjadi lokasi aksi kejahatan dengan modus membahayakan pengendara.

“Modusnya lempar telur ke kaca helm. Pelaku membuntuti korban, lalu saat kondisi sepi telur dilempar supaya korban berhenti karena pandangan terganggu,” katanya.

Menurut Andi, aksi tersebut dimaksudkan agar pelaku memiliki kesempatan melancarkan kejahatan.

“Dari cerita yang saya dengar, korbannya berhasil menyelamatkan diri dengan lari ke tempat ramai,” tambahnya.

Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Harapan Raya Ujung. Di ruas ini, pengendara hanya mengandalkan lampu dari rumah warga yang berada di tepi jalan.

Jika tidak ada rumah dengan lampu terpasang, jalan dipastikan gelap dan minim jarak pandang.

Sementara di Jalan Lintas Timur, tepatnya arah menuju kawasan pertokoan dan Pasar Tangor, sejumlah titik masih gelap akibat ketiadaan PJU.

Padahal ruas ini kerap digunakan sebagai jalur lintas alternatif untuk memperpendek jarak perjalanan menuju Kerinci.

Pada malam hari, suasana mencekam kerap dirasakan pengendara sepeda motor. Pepohonan tinggi di sisi jalan membuat kawasan semakin sepi dan rawan.

Di Jalan Parit Indah, minimnya penerangan juga menyisakan trauma tersendiri bagi warga.

Rizal, salah seorang warga setempat, menyebut wilayah itu pernah menjadi lokasi aksi kekerasan oleh kelompok geng motor.

“Kalau tidak salah kejadiannya tahun 2023. Mereka bergerombol pakai sepeda motor, menghentikan pengendara lalu melakukan penganiayaan,” ungkap Rizal.

Ia mengaku kini lebih berhati-hati dalam memilih waktu melintas di kawasan tersebut.

“Kalau terlalu malam memang riskan. Setelah melewati kantor DLHK ke arah atas, penerangannya masih minim,” ujarnya.

Kondisi ini mendorong warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah kota, khususnya dalam evaluasi dan penataan PJU di jalur-jalur vital.

Selain pemasangan lampu baru, pemangkasan pepohonan yang menutup cahaya juga dinilai mendesak demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Minimnya penerangan bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga berkaitan langsung dengan upaya pencegahan tindak kriminal dan keselamatan berlalu lintas di Kota Pekanbaru.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Audiensi Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto bersama HPJI Riau.(foto: mcr)Bukan Sekadar Bangun Jalan, HPJI Riau Dorong Infrastruktur Tahan Perubahan Iklim
ilustrasi hujan.Hotspot Riau Capai 71 Titik, Hujan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah
Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra (foto/int)Target Adipura 2026, DLHK Pekanbaru Siapkan Tiga Langkah Benahi Persoalan Sampah
Ilustrasi pegawai SKK Migas. (Dok SKK Migas/Istimewa)Perbedaan BUK Migas dan SKK Migas dalam RUU Migas
Pondasi Pilar Jembatan Ujung Batu Menggantung, Pemprov Riau Gelontorkan Rp2,9 MiliarJembatan Ujung Batu di Rohul Kembali Diperbaiki, Pondasi Pilar Menggantung
  PSMTI serahkan Al-QurPSMTI Datang ke LAM Riau, Al-Qur'an Berornamen Tionghoa Jadi Sorotan
Ribuan titik panas menyala di Sumatera dan Riau sore ini.(ilustrasi/AI/halloriau.com)Hampir 2.000 Hotspot Menyala di Sumatera Sore ini, Riau Catat 90 Titik Panas
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, Junaedy (foto/int)Warga Resah Desil Berubah dan Terancam Tak Dapat Bansos, Ini Kata Dinsos Pekanbaru
Anggota Pansus RUU Daerah Kepulauan DPR RI, Hendry Munief MBA (foto/ist)Abrasi Mengancam Bengkalis hingga Meranti, Hendry Munief Dorong Masuk RUU Daerah Kepulauan
Siswa-siswi SMKN 4 Dumai memanfaatkan rumah kaca hidroponik sebagai ruang belajar langsung, merasakan sendiri proses menanam, merawat, hingga memanen.Inisiatif Pembelajaran Hidroponik dan Dukungan Gizi Dorong Tumbuh Kembang Generasi Muda di Dumai
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved