PEKANBARU – Kondisi Jalan Yos Sudarso ujung, khususnya di kawasan dekat simpang tiga Stadion Rumbai hingga SMAN Olahraga Riau menuju Simpang Palas Rumbai, kian memprihatinkan.
Minimnya penerangan jalan umum ditambah permukaan jalan yang rusak dan berlubang membuat ruas jalan ini rawan kecelakaan, terutama pada malam hari.
Pantauan di lapangan, Senin (24/1/2026) malam, suasana gelap mulai terasa saat melintasi Jalan Yos Sudarso menuju arah Simpang Palas. Pengendara harus ekstra waspada karena jarak pandang terbatas, sementara di sejumlah titik terdapat lubang dan permukaan jalan yang tidak rata.
Kondisi tersebut memaksa pengendara mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati agar tidak terperosok ke lubang jalan. Beberapa pengendara bahkan tampak memperlambat laju kendaraan secara mendadak saat mendekati titik-titik kerusakan.
Jalan Yos Sudarso merupakan salah satu jalur padat yang menghubungkan kawasan Rumbai dengan pusat kota Pekanbaru serta akses menuju Tol Pekanbaru–Dumai (Permai). Arus kendaraan di ruas ini meningkat, terutama saat akhir pekan, karena banyak warga dari luar daerah melintas untuk menuju Pekanbaru.
Warga sekitar mengaku kondisi jalan yang rusak dan minim penerangan sudah lama dikeluhkan. Wawan, salah seorang warga, mengatakan jalan tersebut juga kerap dilalui kendaraan berat seperti truk, yang diduga mempercepat kerusakan jalan.
“Kalau tidak hati-hati sangat berbahaya. Perbaikan memang pernah dilakukan, tapi sifatnya tidak permanen. Kalau tergenang air, rusak lagi dan berlubang lagi. Tidak tahan lama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rizal. Menurutnya, beban kendaraan berat yang sering melintas membuat beberapa titik Jalan Yos Sudarso menjadi bergelombang dan tidak rata.
“Kalau truk berat sering lewat, jelas mempengaruhi kondisi jalan. Apalagi kalau ada truk mogok, bisa menyebabkan kemacetan,” katanya.
Warga berharap pemerintah kota maupun Pemerintah Provinsi Riau memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jalan Yos Sudarso. Selain rawan kecelakaan, minimnya penerangan juga dinilai meningkatkan potensi tindak kriminal pada malam hari.
“Kalau gelap seperti itu, jalannya rawan kejahatan seperti jambret atau begal. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki dan lampu penerangan ditambah,” harap Wawan.