PEKANBARU - Memasuki genap satu tahun masa kepemimpinan Agung Nugroho-Markarius Anwar dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota pada 20 Februari, Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru menyampaikan refleksi dan pandangan strategisnya.
Evaluasi ini dititikberatkan pada keseimbangan antara akselerasi pembangunan infrastruktur, geliat ekonomi, serta penjagaan muruah dan nilai-nilai luhur budaya Melayu di ibukota Provinsi Riau.
Ketua Umum MKA LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka mengapresiasi ikhtiar dan langkah agresif yang telah diambil oleh Datuk Bandar Setia Amanah Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Datuk Muda Bandar Setia Amanah Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar sepanjang tahun pertama pemerintahan mereka.
"Laju modernisasi, perbaikan infrastruktur, dan penyehatan fiskal kota yang digesa oleh Datuk Bandar Setia Amanah dan Datuk Muda Bandar Setia Amanah patut kita apresiasi. Namun, pembangunan fisik ini harus sejalan dengan keluhuran budi dan identitas kita. Setiap sudut kota yang dibenahi harus tetap mampu bercerita tentang jati diri Pekanbaru sebagai Tanah Melayu," tegas Datuk Seri Rizky Bagus Oka.
Lebih lanjut, Datuk Seri Rizky Bagus Oka menyoroti pentingnya menjadikan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif tidak sekadar sebagai mesin penggerak roda ekonomi, melainkan juga sebagai etalase budaya Riau.
Ia menekankan bahwa visi menjadikan Pekanbaru sebagai kota tujuan berbagai acara besar nasional dan internasional harus memberikan ruang afirmasi yang seluas-luasnya bagi para pelaku usaha lokal.
"Kebijakan penataan pedagang di ruang-ruang publik harus selalu dikembalikan pada asas musyawarah mufakat, sebagaimana nilai Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah. Penataan tidak boleh dilihat dari kacamata komersial semata, melainkan mengedepankan asas kekeluargaan agar para pelaku UMKM merasa diayomi di negerinya sendiri," tambahnya.
Dari sudut pandang pembangunan sumber daya manusia, MKA LAMR Kota Pekanbaru memberikan dukungan penuh terhadap program prioritas Pemko Pekanbaru dalam menekan angka stunting. Dalam falsafah Melayu, anak adalah pelita masa depan dan tuah keluarga.
Menyelamatkan generasi dari ancaman stunting merupakan wujud tanggung jawab kolektif untuk melahirkan generasi penerus Riau yang cerdas, tangguh, dan beradab.
Sebagai penutup, Datuk Seri Rizky Bagus Oka menegaskan komitmen MKA LAMR untuk terus menjadi mitra strategis dan penasihat moral bagi pemerintah kota dalam semangat Tali Berpilin Tiga antara umara, ulama, dan tokoh adat.
"Kemajuan Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Datuk Bandar Setia Amanah dan Datuk Muda Bandar Setia Amanah harus kita kawal bersama. Visi menjadikan ekonomi kota ini bergerak cepat harus dibarengi dengan keadaban tata kelolanya. Pembangunan yang kita jalankan adalah wujud nyata dari pepatah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kota ini harus maju secara ekonomi, tangguh infrastrukturnya, dan bermuruah secara budaya," tutupnya.