PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mengencangkan pengawasan terhadap operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengetatan ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman dan memenuhi standar mutu bagi para pelajar.
Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengatakan saat ini pemerintah daerah tak lagi hanya mengejar jumlah dapur yang beroperasi. Fokus kini bergeser pada kualitas layanan dan standar kebersihan dapur.
"Sekarang yang kami utamakan adalah mutu dapur. Standarisasi SPPG wajib diterapkan tanpa pengecualian," kata Ingot.
Menurut dia, aspek kesehatan menjadi hal utama yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut. Karena itu, dalam waktu dekat Pemkot Pekanbaru akan memanggil Koordinator Wilayah SPPG bersama Satuan Tugas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Data terbaru mencatat ada 119 dapur SPPG yang terdaftar di Pekanbaru. Namun, baru 100 dapur yang aktif beroperasi. Sisanya masih terkendala berbagai persoalan, mulai dari administrasi hingga kesiapan sarana dan prasarana.
Pemko kini sedang memetakan persoalan yang dihadapi para pengelola dapur agar bisa menentukan langkah perbaikan yang tepat. Targetnya, seluruh dapur SPPG di Pekanbaru dapat memenuhi standar kelayakan secara maksimal.
Dengan pengawasan yang lebih ketat ini, pemerintah berharap program MBG tak hanya berjalan rutin, tetapi juga benar-benar menjamin keamanan pangan dan kesehatan ribuan siswa di Kota Pekanbaru.