PEKANBARU - Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru resmi menutup operasional Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026/1447 H setelah berjalan selama lebih dari dua pekan, terhitung sejak 13 hingga 30 Maret 2026.
Penutupan ini ditandai dengan apel bersama yang melibatkan manajemen bandara dan seluruh pemangku kepentingan, menandakan berakhirnya masa pemantauan intensif arus mudik dan balik Lebaran.
General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Achmad, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara operator bandara dan berbagai pihak terkait.
Ia menegaskan bahwa lonjakan trafik penerbangan dan penumpang dapat diantisipasi dengan baik, bahkan mencapai capaian utama berupa nihil kecelakaan selama periode berlangsung.
"Berkat sinergi dengan seluruh stakeholder, peningkatan lalu lintas penerbangan dan pergerakan penumpang selama periode angkutan Lebaran Idulfitri 2026 bisa dilayani secara optimal, dengan pencapaian utama zero accident," kata Achmad, Selasa (31/3/2026).
Sepanjang masa operasional posko, bandara mencatatkan total 218.071 penumpang, meningkat 8,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Puncak arus mudik terjadi pada 17 Maret dengan 12.837 penumpang, sementara arus balik tertinggi tercatat pada 30 Maret dengan 13.354 penumpang.
Dari sisi penerbangan, terdapat 1.404 pergerakan pesawat, naik 10,7 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini turut didukung oleh 179 penerbangan tambahan dari sejumlah maskapai yang melayani rute domestik dan internasional seperti Jakarta, Batam, Yogyakarta, Kuala Lumpur, hingga Gunung Sitoli Nias.
Achmad menilai capaian ini semakin memperkuat posisi Bandara Sultan Syarif Kasim II sebagai gerbang utama konektivitas udara di Riau. Ia juga menegaskan bahwa tren positif di awal tahun ini akan menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat kolaborasi, demi mendukung pertumbuhan pariwisata dan perekonomian daerah.