PEKANBARU - Masyarakat masih tak menyangka Dumaris Isni Sitio (60), menjadi korban perampokan disertai pembunuhan pada Rabu (29/4/2026). Hingga kini, warga di Jalan Kurnia II, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru masih sulit melupakan peristiwa tragis yang merenggut nyawa perempuan yang dikenal baik hati itu.
Ketenangan lingkungan mendadak pecah saat ambulans datang di siang hari. Warga yang mendengar kabar tersebut langsung berlarian menuju rumah korban untuk memastikan kejadian yang membuat geger satu kompleks.
Buk Isra, tetangga korban yang juga Ketua RT setempat, menggambarkan suasana saat itu sangat mencekam. Apalagi, suami korban diketahui tidak berada di rumah ketika peristiwa terjadi. Warga tak menyangka rumah yang selama ini dikenal hangat justru menjadi lokasi kejahatan.
“Semua warga syok. Kami tidak menyangka kejadian seperti ini menimpa beliau,” sebut Buk Isra dengan mata berkaca-kaca.
Di mata warga, almarhumah dikenal sebagai sosok yang peduli dan bersahaja. Ia tak pernah sungkan menyapa siapa pun, bahkan kerap berbagi kebahagiaan dengan anak-anak di sekitar rumahnya saat Hari Raya Idulfitri.
“Beliau orangnya ramah. Anak-anak senang karena kalau lebaran sering diberi THR,” kata Isra.
Duka mendalam terasa saat warga mendatangi rumah duka. Tangis pecah ketika satu per satu tetangga datang melayat, mengenang kebaikan korban semasa hidupnya. Banyak yang tak kuasa menahan air mata atas kehilangan sosok yang dikenal ringan tangan membantu sesama.
Sementara itu, perkembangan penyelidikan mengungkap adanya empat terduga pelaku yang terekam kamera CCTV di rumah korban. Salah satu di antaranya diduga merupakan mantan istri dari anak korban, meski keduanya telah lama berpisah.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, anak korban yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK) sebelumnya sempat menikah dengan seorang perempuan dari kampung halaman. Namun, hubungan itu tidak bertahan lama.
“Setelah kabur, ternyata masih di Pekanbaru,” ujar sumber tersebut.
Sejak kepergian perempuan itu, warga menyebut beberapa barang di rumah korban kerap hilang. Kecurigaan keluarga mendorong pemasangan kamera pengawas atau CCTV, yang kini menjadi petunjuk penting bagi polisi dalam memburu para pelaku.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para terduga pelaku. Sementara anak korban berinisial A masih dimintai keterangan di Mapolsek Rumbai Pesisir. Warga berharap para pelaku segera ditangkap dan mendapat hukuman setimpal atas perbuatan tersebut.