PEKANBARU - Pemko Pekanbaru resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya mempercepat kesiapsiagaan seluruh unsur daerah menghadapi ancaman kebakaran lahan yang diprediksi meningkat seiring datangnya musim kemarau panjang.
Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi yang telah ditandatangani langsung oleh Walikota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho. Status siaga darurat ini berlaku cukup panjang, mulai 21 Mei hingga 30 November 2026.
"Sudah ditandatangani. Mulai 21 Mei hingga 30 November 2026, Kota Pekanbaru telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla," ujar Wako Agung Nugroho pada Kamis (28/5/2026).
Penetapan status siaga bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru, sepanjang Januari hingga Mei 2026 sudah terjadi 61 kasus kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai 34,9 hektare.
Selain itu, peringatan dini dari BMKG Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru turut memperkuat langkah tersebut. BMKG memprediksi Pekanbaru akan memasuki musim kemarau El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat yang diperkirakan berlangsung pada Juni hingga November 2026.
Pemko Pekanbaru juga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari sinergi pemerintah daerah dengan Pemerintah Provinsi Riau. Penetapan status siaga di tingkat kota mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Riau serta rekomendasi hasil rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar pekan lalu.
"Hasil rapat Forkopimda disepakati untuk merekomendasikan kepada Wali Kota Pekanbaru agar segera menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan demi keselamatan masyarakat," imbuh Agung dikutip dari MCRiau.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
Ia juga meminta warga segera melapor ke layanan darurat Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar. Di tengah ancaman kemarau panjang El Nino, masyarakat turut diimbau menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dampak buruk cuaca ekstrem.