PEKANBARU – Aktivitas masyarakat di kawasan Jalan Nelayan Ujung, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru terganggu setelah salah satu jembatan di wilayah tersebut mengalami amblas.
Kerusakan yang terjadi pada bagian bibir jembatan membuat kendaraan tidak dapat melintas dan memaksa warga mencari jalur alternatif.
Amblasnya konstruksi terjadi pada sisi ujung jembatan dengan kedalaman mencapai lebih dari satu meter.
Kondisi tersebut diduga dipicu pergerakan tanah yang memengaruhi struktur penyangga sehingga mengakibatkan penurunan badan jembatan secara signifikan.
Merespons kejadian itu, Pemerintah Kota Pekanbaru langsung menurunkan tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk melakukan inspeksi lapangan dan mengidentifikasi penyebab kerusakan.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah cepat agar kerusakan tidak semakin parah dan akses masyarakat dapat segera dipulihkan.
"Kemarin tim dari PUPR sudah turun ke lokasi," kata Agung Nugroho.
Menurutnya, tim teknis telah melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik jembatan sekaligus menjalin koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III yang memiliki kegiatan proyek di sekitar lokasi.
Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa tidak jauh dari jembatan tersebut sedang berlangsung pekerjaan pemancangan tiang sungai oleh BWSS III.
Aktivitas konstruksi itu diduga memberikan dampak terhadap struktur bawah jembatan sehingga menyebabkan terjadinya penurunan pada badan jembatan yang mulai terlihat sejak Sabtu (13/6/2026).
Selain faktor pekerjaan di sekitar lokasi, warga setempat juga menyebut adanya kendaraan crane bertonase besar yang melintasi jembatan sebelum kerusakan terjadi.
Setelah kendaraan tersebut melewati area jembatan, struktur jalan disebut perlahan mengalami pergeseran hingga akhirnya amblas.
Meski demikian, penyebab pasti kerusakan masih menunggu hasil kajian teknis dari pihak terkait.
Pemko Pekanbaru memastikan perbaikan akan segera dilakukan mengingat jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat di kawasan Sri Meranti dan sekitarnya.
"Kita berkoordinasi dengan BWSS, segera kita perbaiki. Karena masyarakat banyak lewat di jalanan itu," pungkas Agung Nugroho.
Saat ini area jembatan yang mengalami kerusakan terus dipantau untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Warga juga diimbau menggunakan jalur alternatif hingga proses perbaikan selesai dilakukan.