PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mendorong pemerintah pusat mempercepat pembangunan Jalan Lingkar Pekanbaru. Jalan strategis ini dirancang menjadi penghubung antara akses Tol Pekanbaru-Dumai dengan ruas Pekanbaru-Rengat.
Pemko menilai keberadaan jalan lingkar bukan sekadar menambah akses transportasi. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi pemicu munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Kota Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, usulan percepatan pembangunan Jalan Lingkar Pekanbaru telah disampaikannya secara langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam pertemuan beberapa hari lalu.
Dalam pertemuan itu, Agung juga menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur yang dinilai penting untuk mendukung perkembangan Pekanbaru dalam beberapa tahun ke depan.
Agung menyebut komunikasi dengan Menteri PU berjalan baik. Ia bahkan menggambarkan kedekatannya dengan Dody Hanggodo seperti hubungan dengan seorang abang.
"Karena memang beliau seperti sudah abang sendiri. Tentu punya hubungan emosional yang baik. Kebetulan kami sama-sama pendukung Presiden Prabowo dari Partai Demokrat, tentu komunikasinya lebih halus dan lebih lancar," kata Agung.
Menurut Agung, percepatan Jalan Lingkar Pekanbaru menjadi salah satu agenda penting yang dibawanya dalam pertemuan tersebut. Ruas ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara jaringan Tol Pekanbaru-Dumai dan ruas Pekanbaru-Rengat.
Jika terealisasi, jalan lingkar tersebut diyakini akan memberikan alternatif akses bagi masyarakat dan pengguna jalan sekaligus membuka peluang berkembangnya kawasan baru di Pekanbaru.
Pemko melihat pembangunan infrastruktur itu sebagai bagian dari strategi untuk menggeser pola pertumbuhan kota yang selama ini cenderung terkonsentrasi di sejumlah kawasan tertentu.
Tak hanya Jalan Lingkar Pekanbaru, Agung juga meminta pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan Jembatan Siak V. Jembatan tersebut direncanakan menghubungkan Kecamatan Tenayan Raya dengan Rumbai Timur dan selama ini menjadi salah satu proyek yang dinantikan masyarakat.
"Kami meminta agar penghubung tol antara Pekanbaru-Dumai dengan Pekanbaru-Rengat, yaitu Jalan Lingkar Pekanbaru, segera dibangun. Termasuk juga Jembatan Siak V yang tentu sudah menjadi harapan semua masyarakat Pekanbaru," ujar Wako.
Pemko Pekanbaru berharap kedua proyek tersebut dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perkembangan kota. Akses baru yang terbuka diyakini mampu mendorong pergerakan investasi, perdagangan, permukiman, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Kawasan yang selama ini belum menjadi pusat kegiatan ekonomi juga diharapkan ikut tumbuh ketika konektivitas antarwilayah semakin baik.
Agung menegaskan, arah pembangunan Pekanbaru ke depan harus mulai berorientasi pada pemerataan pertumbuhan. Menurutnya, perkembangan kota tidak seharusnya terus bertumpu pada kawasan yang selama ini telah menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Sejumlah ruas seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Nangka, dan Jalan Diponegoro memang telah berkembang menjadi kawasan ramai dengan aktivitas ekonomi. Namun, Pemko ingin kawasan lain, khususnya Tenayan Raya, mendapat kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi bagian penting dari perkembangan Kota Pekanbaru.
"Kami ingin bagaimana pengembangan kota tidak hanya terpusat di Jalan Sudirman, Jalan Nangka, Diponegoro, dan jalan lainnya. Kami ingin Kecamatan Tenayan Raya juga menjadi bagian kota yang maju," pungkas Wako.
Dengan percepatan pembangunan Jalan Lingkar Pekanbaru dan Jembatan Siak V, Pemko berharap wajah Pekanbaru ke depan tidak hanya semakin terkoneksi, tetapi juga memiliki lebih banyak pusat pertumbuhan ekonomi yang tersebar di berbagai wilayah.