PEKANBARU - Kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru pada Selasa (6/10/2026) siang hingga ke sore hari kabut asap semakin tebal dan menganggu jarak pandang. Bahkan berdasarkan pantauan dilapangan, gedung-gedung besar yang berada di Jalan Jenderal Sudirman hampir tidak terlihat karena ditutup kepulan kabut asap.
Jika kondisi normal, gedung BRK Syariah terlihat jelas dari Flyover Tuanku Tambusai namun hari ini gedung tersebut hanya samar-samar, termasuk juga gedung perpustakaan Soeman Hs.
Tidak hanya menganggu jarak pandang, kondisi udara yang memburuk juga dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan masyarakat dan anak-anak. Atas kondisi ini juga, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pendidikan kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai tingkat TK, SD dan SMP sederajat.
"Makin hari makin tebal kabut asap, hari ini gedung bank Riau sudah hampir tidak terlibat, kualitas udara juga sudah tidak baik-baik aja. Padahal beberapa yang lalu kita sudah menikmati udara yang segar karena hujan, tapi karena provinsi tetangga masih terjadi Karhutla maka tetap kita yang kena imbasnya," ungkap Yeni salah seorang warga di Pekanbaru.
Semakin memburuknya kualitas udara di Pekanbaru saat ini dikhawatirkan akan menambah daftar masyarakat yang terkena ISPA akibat terpapar kabut asap.
"Kalau kita lihat pemberitaan kasus ISPA terus meningkat akibat kabut asap ini. Harapan kita tentu potensi curah hujan yang terjadi di Riau juga terjadi di provinsi tetangga agar kabut asap ini segera hilang," pungkas Yeni.