PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memprioritaskan pembersihan drainase di kawasan rawan banjir menjelang potensi peningkatan curah hujan dalam dua pekan ke depan.
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko genangan yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat saat hujan deras.
Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, Tim Lestari diarahkan mengalihkan fokus pekerjaan ke saluran air yang selama ini bermasalah.
"Karena ada potensi banjir dan genangan di beberapa lokasi, dari sekarang Tim Lestari itu kami arahkan membersihkan saluran di daerah yang rawan banjir," ujar Markarius, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, curah hujan diperkirakan meningkat dalam dua pekan mendatang, dengan musim hujan berpotensi berlangsung hingga Februari.
Kondisi ini menuntut pemerintah daerah mempercepat langkah pencegahan, terutama pada saluran drainase yang berisiko menghambat aliran air.
Sebelumnya, Tim Lestari bekerja di berbagai lokasi pada setiap kecamatan.
Namun, menjelang musim hujan, pekerjaan difokuskan terlebih dahulu pada kawasan yang memiliki riwayat genangan.
Saluran yang tersumbat atau mengalami gangguan akan dibersihkan dan dirapikan.
Apabila penanganan tidak memungkinkan dilakukan secara manual, Pemko Pekanbaru akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta camat untuk mengerahkan alat berat.
"Kalau membutuhkan alat berat, nanti kami koordinasikan dengan Dinas PUPR dan para camat. Supaya alat berat bisa diturunkan untuk membersihkan parit dan saluran," katanya.
Selain mengantisipasi banjir, Pemko Pekanbaru meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) memeriksa pohon-pohon yang berpotensi tumbang akibat hujan deras dan angin kencang.
Pemeriksaan diprioritaskan terhadap pohon yang dilaporkan warga dalam kondisi miring, mati, atau berpotensi membahayakan pengguna jalan dan masyarakat di sekitarnya.
Markarius menegaskan, penanganan pohon berisiko tidak berarti seluruh pohon yang dilaporkan harus ditebang.
Pohon yang masih sehat dan kokoh tetap dipertahankan, sedangkan pohon mati yang berpotensi tumbang perlu segera ditangani.
"Tidak semua pohon yang dilaporkan warga harus ditebang. Pohon yang masih sehat dan kokoh tetap akan kami pertahankan," ucapnya.
Ia menilai langkah pencegahan perlu dilakukan sebelum cuaca ekstrem terjadi agar risiko banjir, genangan, dan pohon tumbang dapat ditekan.
"Ini kerja-kerja yang proaktif yang perlu kami lakukan sekarang," tegas Markarius.
Meski demikian, efektivitas langkah tersebut akan ditentukan oleh kecepatan penanganan di lapangan, terutama pada titik rawan yang membutuhkan perbaikan drainase lebih serius.
Pembersihan saluran perlu disertai pemantauan berkala agar hambatan aliran air tidak kembali terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi.
Pemko Pekanbaru juga perlu memastikan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah berjalan efektif sehingga penanganan tidak berhenti pada pembersihan rutin, tetapi menyentuh persoalan drainase yang selama ini berulang kali memicu genangan.