PELALAWAN - Lonjakan arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan, Riau, mencapai puncaknya pada akhir pekan.
Ribuan kendaraan memadati jalur utama Sumatera tersebut saat para perantau kembali ke daerah tempat bekerja menjelang aktivitas sekolah dimulai.
Kepadatan terlihat sejak Sabtu hingga Minggu, terutama di kawasan Kilometer 55 Pangkalan Kerinci. Volume kendaraan meningkat signifikan, didominasi mobil pribadi yang membawa barang di atas kabin serta sepeda motor yang melintas tanpa henti.
Fenomena ini dipicu kebutuhan masyarakat untuk kembali sebelum hari pertama sekolah yang dimulai Senin setelah libur panjang dua pekan.
Banyak keluarga memilih kembali lebih awal agar memiliki waktu mempersiapkan aktivitas rumah tangga dan sekolah anak.
“Besok pagi anak-anak sudah sekolah seperti biasa. Sore sudah harus sampai ke rumah,” ujar Iwan (44), pemudik yang kembali ke Air Molek, Inhu, Minggu (29/3/2026).
Ia menceritakan perjalanan mudik ke Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, dilakukan sebelum Lebaran. Kepulangan dipercepat agar anak-anak bisa kembali bersekolah tanpa tergesa-gesa.
“Sampai rumah bersih-bersih dan mempersiapkan anak sekolah besok,” tambahnya.
Arus lalu lintas di Jalintim kembali dipenuhi kendaraan berpelat luar Riau setelah sempat mereda beberapa hari pasca Lebaran. Kondisi ini mengingatkan pada situasi sehari sebelum ASN dan pekerja swasta kembali bekerja.
Mobil pribadi menjadi kendaraan yang paling mendominasi, disusul sepeda motor dan angkutan penumpang yang melayani perjalanan antarkota.
Satuan Lalu Lintas Polres Pelalawan mencatat peningkatan volume kendaraan yang cukup tajam selama puncak arus balik.
“Volume kendaraan meningkat sekitar 50 persen dibandingkan dua hari sebelumnya. Sesuai prediksi, arus balik ramai karena besok sekolah sudah aktif. Namun kondisi tetap lancar dan aman,” kata Kasat Lantas Polres Pelalawan AKP, Tatit Rizkyan Hanafi.
Menurutnya, kepadatan tertinggi terjadi pada Sabtu malam. Personel ditempatkan di sejumlah titik rawan kecelakaan untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
Walaupun Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 telah berakhir, pengamanan jalur mudik masih berlangsung melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Patroli dilakukan sejak siang hingga malam di sepanjang jalur Sumatera yang menjadi akses utama arus balik.
“Tadi malam lebih ramai daripada siang ini. Petugas tetap patroli dan mengatur lalu lintas di sepanjang Jalintim,” tutup Tatit.