PELALAWAN - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang melanda Pangkalan Kerinci dalam dua hari terakhir memicu kekhawatiran masyarakat.
Antrean panjang dan kesulitan memperoleh BBM subsidi berdampak langsung pada aktivitas harian warga.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Pelalawan H Zukri memimpin rapat koordinasi lintas instansi di Kantor Bupati Pelalawan.
Pertemuan ini dihadiri Sekretaris Daerah Tengku Zulfan, jajaran OPD, camat, kepala desa, serta perwakilan Pertamina.
Dalam arahannya, Zukri menegaskan BBM merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia tanpa hambatan.
“Ini kebutuhan rakyat, kita tidak bisa main-main. Jangan sampai masyarakat tidak bisa mencari nafkah, tidak bisa mengantar anak sekolah, hanya karena sulit mendapatkan BBM,” tegasnya.
Ia meminta proses pengurusan kuota dipercepat agar krisis tidak berlarut-larut.
“Saya minta pengurusan ini bisa selesai dalam satu hari. Kita yang di kota saja masih kesulitan, apalagi masyarakat di daerah yang jauh dari SPBU,” tambahnya.
Perwakilan Pertamina Wilayah III, Riza menjelaskan, perusahaan bertugas menyalurkan BBM sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah, sedangkan pengaturan distribusi berada di bawah kewenangan BPH Migas.
Menurutnya, solusi cepat yang dapat diterapkan adalah memperluas jaringan distribusi hingga ke desa.
“Solusi jangka pendek yang bisa dilakukan adalah pembentukan sub-penyalur di desa, sedangkan jangka panjang melalui pengusulan penambahan SPBU,” jelas Riza.
Pemkab Pelalawan berharap langkah ini dapat mempermudah akses energi bagi masyarakat di wilayah terpencil dan mengurangi ketergantungan pada SPBU di pusat kota.
Terpisah, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara memastikan stok BBM di Riau tetap aman.
Meski demikian, terjadi lonjakan konsumsi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang 1–3 Mei 2026.
Kepadatan di sejumlah SPBU, terutama pada jam sibuk, menjadi salah satu dampak peningkatan kebutuhan tersebut.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Pertamina meningkatkan penyaluran Solar dan Pertalite hingga 20% di atas rata-rata normal.
Selain itu, pemantauan distribusi diperketat dan koordinasi dengan lembaga penyalur terus dilakukan agar pasokan tetap stabil selama periode libur panjang.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan.