PELALAWAN – Transformasi digital menjadi salah satu strategi utama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pelalawan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui pengembangan lima inovasi layanan, Bapenda menghadirkan sistem yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Kepala Bapenda Pelalawan, Hj Jahlelawati mengatakan, modernisasi pelayanan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola perpajakan dan retribusi yang semakin efektif, akuntabel, serta mengikuti perkembangan teknologi.
"Inovasi yang dikembangkan ini merupakan bentuk komitmen Bapenda Kabupaten Pelalawan dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sekaligus mendukung percepatan digitalisasi pemerintahan. Transformasi digital menjadi kebutuhan dalam pengelolaan pendapatan daerah," ujar Jahlelawati, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, berbagai inovasi tersebut telah dikembangkan secara bertahap sepanjang periode 2005 hingga 2026 sebagai upaya meningkatkan efisiensi pelayanan sekaligus memperkuat sistem pengelolaan pendapatan daerah.
Ia menegaskan, kehadiran teknologi dalam pelayanan publik diharapkan mampu mendorong kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban perpajakan dan retribusi.
"Dengan inovasi-inovasi ini, kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, mudah, dan mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak maupun wajib retribusi," katanya.
Dalam implementasinya, Bapenda Kabupaten Pelalawan mengembangkan lima inovasi yang saling melengkapi untuk mendukung pelayanan publik berbasis digital.
1. SIREHAN Permudah Pengelolaan Retribusi Kebersihan
SIREHAN atau Sistem Informasi Retribusi Kebersihan menjadi platform yang mengintegrasikan seluruh proses administrasi retribusi kebersihan, mulai dari pendataan objek retribusi, penetapan tarif, penagihan, pembayaran, pelaporan hingga pengawasan.
Melalui sistem ini, proses administrasi menjadi lebih tertib, terdokumentasi dengan baik, serta memungkinkan petugas memantau realisasi penerimaan secara real time.
2. SiRTU Integrasikan Berbagai Layanan Retribusi
Inovasi berikutnya adalah SiRTU atau Sistem Informasi Retribusi Terpadu. Platform digital ini menyatukan berbagai layanan retribusi daerah dalam satu sistem sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai jenis retribusi, tarif, mekanisme pembayaran, hingga layanan administrasi secara lebih praktis dan transparan.
Keberadaan SiRTU diharapkan mampu memangkas waktu pelayanan sekaligus meningkatkan efisiensi administrasi.
3. TERKAM BOX Awasi Transaksi Pajak Secara Otomatis
Bapenda juga memperkuat pengawasan penerimaan pajak daerah melalui TERKAM BOX atau Pengawasan Terpadu Menggunakan Tapping Box.
Perangkat ini dipasang pada lokasi usaha wajib pajak seperti restoran, hotel, tempat hiburan, dan objek pajak lainnya untuk merekam transaksi secara otomatis sehingga pelaporan omzet menjadi lebih akurat.
"Dengan adanya tapping box, kami dapat melakukan pengawasan transaksi secara lebih baik sehingga potensi kebocoran penerimaan pajak dapat ditekan," jelas Jahlelawati.
4. SiIP Hadirkan Pembayaran Pajak Berbasis QRIS
Melalui Sistem Informasi Pajak (SiIP), wajib pajak kini dapat mengecek tagihan secara daring sekaligus melakukan pembayaran secara elektronik.
Setiap tagihan telah dilengkapi fasilitas QRIS, sehingga pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai aplikasi pembayaran digital tanpa harus datang ke kantor Bapenda.
Inovasi ini mendukung percepatan transaksi non-tunai sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat.
5. GERTAK Bangun Kesadaran Pajak Kendaraan
Selain layanan berbasis aplikasi, Bapenda juga menghadirkan inovasi non-digital melalui GERTAK atau Gerakan Tertib Pajak Kendaraan.
Program ini dilaksanakan bersama berbagai pemangku kepentingan melalui edukasi kepada masyarakat, pemasangan stiker pengingat pada kendaraan, hingga kolaborasi lintas instansi untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan daerah, GERTAK juga diarahkan untuk membangun budaya tertib administrasi kendaraan di tengah masyarakat.
Jahlelawati menegaskan, seluruh inovasi tersebut menjadi bagian dari langkah Bapenda Kabupaten Pelalawan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik.
"Pada akhirnya, inovasi ini bukan hanya soal digitalisasi, tetapi bagaimana teknologi dan terobosan yang dilakukan benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat serta berdampak terhadap peningkatan kepatuhan dan penerimaan daerah," pungkasnya.