www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Jelang Bebas, Warga Binaan Muda Lapas Bagansiapiapi Dibekali Ijazah Paket C
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Penanganan Karhutla di Teluk Meranti
Rabu, 30 September 2026 - 16:45:05 WIB
Karhutla terus menguji Pelalawan, 245 personel dikerahkan tangani titik api.(foto: andi/halloriau.com)
Karhutla terus menguji Pelalawan, 245 personel dikerahkan tangani titik api.(foto: andi/halloriau.com)

PELALAWAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, terus diperkuat melalui koordinasi dan gotong royong lintas sektor.

Pemerintah daerah bersama TNI-Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan serta masyarakat bahu-membahu melakukan pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi karakteristik wilayah Teluk Meranti yang memiliki kawasan lahan gambut.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan dan pemantauan berkelanjutan.

Camat Teluk Meranti, Raja Eka, mengatakan penanganan Karhutla di wilayahnya dilakukan dengan mengedepankan koordinasi dan gotong royong seluruh unsur.

"Penanganan Karhutla di Teluk Meranti dilakukan secara koordinasi, gotong royong dan semua ikut bahu-membahu dalam menangani Karhutla di Teluk Meranti," ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak sangat penting karena penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat.

Setiap informasi mengenai titik api harus segera ditindaklanjuti agar kebakaran tidak berkembang dan meluas ke kawasan lainnya.

Upaya penanganan Karhutla di Teluk Meranti telah dilakukan sejak munculnya sejumlah titik api di wilayah tersebut.

Tanggal 1 April 2026, Kepala Pelaksana BPBD Pelalawan, Zulfan SPi MSi menyebut titik api muncul di Desa Segamai dan Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti.

"Titik api muncul di Kecamatan Teluk Meranti, tepatnya di Desa Segamai dan Gambut Mutiara. Ini baru terjadi dalam dua hari terakhir," katanya.

Saat itu, tim di lapangan terus melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Zulfan menyebut proses penanganan menghadapi kendala berupa luas area terbakar, keterbatasan sumber air dan akses menuju lokasi yang sulit.

"Medannya cukup berat, tidak bisa dilalui sepeda motor, sehingga tim harus berjalan kaki membawa peralatan," katanya.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD juga mengajukan dukungan pemadaman dari udara. "Kami sudah ajukan bantuan water bombing karena luas area yang terbakar cukup besar," ungkap Zulfan.

Pada pertengahan Agustus, penanganan Karhutla di Teluk Meranti kembali dilakukan. Pada 14 Agustus 2026, Zulfan menyebut kebakaran di Desa Petodaan dan Teluk Binjai masih dalam proses pendinginan, sementara kebakaran di Desa Kuala Panduk juga mendapat penanganan.

Menurutnya, kondisi lahan gambut dan medan menjadi salah satu tantangan bagi petugas.

"Posisinya sangat dalam dan medannya juga susah ditambah sumber air juga susah didapat. Kita berharap ada turun hujan dan water bombing untuk mempercepat proses pemadaman," beber Zulfan.

Semua Unsur Bergerak Bersama

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut terlihat saat kebakaran terjadi di kawasan Tanjung Kosik, Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kamis, pertengahn Agustus lalu.

Saat itu, Polres Pelalawan bersama jajaran Forkopimda, pemerintah kecamatan, MPA, perusahaan dan masyarakat bergerak bersama melakukan pemadaman.

Sebanyak 67 personel terlibat dalam penanganan, terdiri dari personel Polres Pelalawan, MPA Desa Teluk Binjai dan Desa Petodaan, tim pemadam PT RMP, PT SAU, PT RAPP Distrik Meranti, serta masyarakat Desa Teluk Binjai.

Kapolsek Teluk Meranti Ipda Vicki Rizky, Camat Teluk Meranti Eka Putra, Lurah Teluk Meranti Abu Samma dan unsur terkait lainnya juga turun langsung mendukung proses pemadaman.

Kebakaran diketahui setelah titik hotspot terpantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK).

Setelah dilakukan pengecekan, titik api berada di kawasan lahan gambut yang terdiri dari kebun karet, sawit dan lahan belukar milik masyarakat dengan luas sekitar 1,5 hektare.

Petugas kemudian disebar ke sejumlah titik untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Berbagai peralatan digunakan dalam proses penanganan, antara lain mini striker, mesin Maxtri, selang dan nozzle. Drone juga dimanfaatkan untuk membantu pemantauan kondisi di lapangan.

Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara saat itu mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi dan kecepatan seluruh pihak.

"Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi dan kecepatan seluruh pihak. Kami bersama pemerintah daerah, MPA, perusahaan dan masyarakat terus memastikan setiap titik api ditangani hingga benar-benar aman," ujar John.

Setelah dilakukan pemadaman secara menyeluruh, api berhasil dikendalikan. Namun, petugas tetap melakukan pemantauan dan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Memasuki 23 Agustus 2026, Teluk Meranti dan Kerumutan menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot yang tinggi. Zulfan menyebut penanganan dilakukan bersama berbagai unsur.

"Kami sedang rapat di lokasi karhutla saat ini bersama semua stakeholder. Agar pemadaman dan pendinginan lebih maksimal," sebutnya.

Dalam penanganan tersebut, personel gabungan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, regu pemadam dari sejumlah perusahaan, MPA hingga warga setempat.

Dukungan pemadaman dari udara juga dikerahkan untuk membantu penanganan di lapangan.

Zulfan menggambarkan kondisi lapangan yang cukup berat karena api menyebar di sejumlah titik.

"Kondisi kepala api semakin menyebar di banyak titik. Ditambah panas terik dan medan yang sulit di lapangan," ujarnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya mengandalkan satu instansi.

Pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat bergerak sesuai peran masing-masing untuk mempercepat pemadaman dan pendinginan.

Komitmen pemerintah daerah sendiri dalam penanganan Karhutla juga terlihat dari keterlibatan langsung pimpinan daerah di lapangan.

Bupati Pelalawan, H Zukri SM MM sebelumnya meninjau langsung lokasi Karhutla di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Sabtu (4/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Bupati bersama patroli terpadu TNI dan Polri melihat kondisi titik api, termasuk melalui patroli udara menggunakan helikopter milik Polri.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan dapat dipantau secara menyeluruh, khususnya pada kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik kebakaran bawah permukaan atau ground fire.

Di lokasi, Bupati Zukri menyaksikan langsung upaya Tim Satgas Darat yang telah bekerja lebih dari satu minggu melakukan pemadaman. Selain itu, tim juga melakukan kanalisasi atau pembuatan sekat kanal untuk menjaga kelembapan lahan gambut agar api tidak kembali meluas.

"Kami hadir di sini memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik, serta setiap kendala di lapangan dapat segera diambil langkah dan solusinya. Penanganan Karhutla ini tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga harus menjadi langkah jangka panjang," ujar Zukri.

Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, kepala desa hingga camat.

Menurutnya, upaya pencegahan jangka panjang juga perlu diperkuat, termasuk melibatkan perusahaan dalam pembangunan kanal serta penyediaan alat berat di wilayah yang rawan Karhutla, khususnya kawasan gambut.

Upaya memperkuat penanganan Karhutla di Teluk Meranti juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang meningkatkan status penanganan bencana Karhutla menjadi Tanggap Darurat selama 14 hari, terhitung sejak 24 Agustus hingga 6 September 2026.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Pelalawan Nomor KPTS.300.2.1/BPBD/2026/667 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Pelalawan Tahun 2026.

Kalaksa BPBD Pelalawan, Zulfan membenarkan peningkatan status tersebut. Ia mengatakan, keputusan diambil setelah pemerintah daerah mengevaluasi perkembangan Karhutla dan sejumlah faktor yang memengaruhi penanganan bencana.

"Keputusan diambil setelah pemerintah daerah mengevaluasi perkembangan karhutla dan sejumlah faktor yang memengaruhi penanganan bencana," kata Zulfan dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla, Senin (24/8/2026).

Data laporan harian Hotspot dan Firespot Pusat Pengendalian Operasi BPBDPK Provinsi Riau periode 1 Januari hingga 24 Agustus 2026 mencatat terdapat 2.358 hotspot dan 66 firespot. Luas lahan terbakar di Kabupaten Pelalawan mencapai sekitar 1.717,76 hektare.

Sejumlah wilayah menjadi lokasi kebakaran, termasuk Kecamatan Teluk Meranti, Kuala Kampar, Kerumutan dan Pangkalan Kerinci.

Dalam penanganan Karhutla pada Agustus, unsur gabungan terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Koordinasi tersebut juga melibatkan dukungan pihak swasta.

Zulfan menyebut pengerahan personel gabungan menjadi bagian dari upaya menuntaskan titik api.

Dalam penanganan Karhutla di kawasan Pelalawan, tim gabungan juga mendapat dukungan dari PT RAPP berupa personel dan peralatan pemadam.

"Dari jumlah 245 personel tim gabungan, seluruhnya terus melakukan upaya pemadaman di lapangan," katanya.

Dalam perkembangan penanganan saat itu, Zulfan mengatakan sebagian wilayah menunjukkan perkembangan setelah api berhasil diblokir di sejumlah titik.

"Tim masih melakukan penanganan di bagian utara. Sementara di bagian selatan sudah cukup banyak yang padam dan api mulai terblokir," ujarnya.

Bagi Teluk Meranti, penguatan koordinasi menjadi semakin penting mengingat karakteristik wilayah yang memiliki kawasan gambut dan membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan.

Camat Teluk Meranti, Eka Putra menegaskan, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

"Semua ikut bahu-membahu. Pemerintah kecamatan, aparat, MPA, perusahaan dan masyarakat bersama-sama menangani Karhutla. Koordinasi dan gotong royong seperti ini yang terus kami lakukan," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lahan dari ancaman api. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Mari kita jaga lingkungan dan cegah Karhutla bersama-sama demi keselamatan dan kelestarian wilayah kita," ujarnya.

Upaya penanganan Karhutla di Teluk Meranti menunjukkan pentingnya kecepatan memperoleh informasi, kesiapan personel dan peralatan, dukungan perusahaan, keterlibatan masyarakat serta koordinasi antara pemerintah dan aparat.

Dengan memperkuat koordinasi dan gotong royong, pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus berupaya memastikan setiap titik api dapat ditangani sedini mungkin.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menekan risiko kebakaran meluas sekaligus melindungi lingkungan, masyarakat dan aktivitas ekonomi di Kecamatan Teluk Meranti.

Penanganan Karhutla bukan hanya tentang memadamkan api ketika kebakaran terjadi, tetapi juga membangun kesiapsiagaan dan pencegahan secara berkelanjutan.

Di Teluk Meranti, kerja bersama lintas sektor menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Penulis: Andi Indrayanto
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Warga binaan dibekali Paket C sebelum bebas.(foto: afrizal/halloriau.com)Jelang Bebas, Warga Binaan Muda Lapas Bagansiapiapi Dibekali Ijazah Paket C
Ilustrasi beruang muncul di tengah permukiman Kerumutan, Pelalawan (foto/int)Warga Resah, Beruang Berkeliaran di Permukiman Pelalawan
Anak Gajah Sumatra lahir sehat di TNTN, hasil perkawinan dengan gajah liar (foto/int)Anak Gajah Sumatra Lahir di TNTN, Berat 129 Kg dan 20 Menit Kemudian Sudah Berdiri
Ist.RUPSLB Indosat Setujui Perpanjangan Jabatan CEO Vikram Sinha
DPRD dan Pemkab Siak sepakati APBD Perubahan 2026 sebesar Rp2,2 triliun (foto/tribunpku)APBD Perubahan Siak 2026 Disepakati Rp2,2 T, Pendapatan Turun Rp160 M
  Karhutla terus menguji Pelalawan, 245 personel dikerahkan tangani titik api.(foto: andi/halloriau.com)Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Penanganan Karhutla di Teluk Meranti
Ilustrasi Rutan Kelas I Pekanbaru dengan jumlah penghuni mencapai 2.052 orang (foto/int)Lapas dan Rutan di Riau Kelebihan Kapasitas 232 Persen, Penghuni Capai 16 Ribu Orang
Ist.Ribuan Bikers Sumatera Meriahkan Honda Bikers Day Regional 2026 di Lampung
Plt Gubri, SF Hariyanto (foto/int)Plt Gubri Ingatkan Restorasi Gambut Tanjung Leban Jadi Benteng Cegah Karhutla
Bioskop mini dirazia Satpol PP Pekanbaru, pasangan remaja diamankan (foto/tribunpku)Berduaan di Bioskop Mini, 5 Pasangan Remaja Diamankan Satpol PP Pekanbaru
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved