PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Pendapatan Daerah Riau menggelar rapat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah dinamika ekonomi global.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa forum tersebut memiliki peran penting dalam menggali potensi daerah sekaligus memastikan pembangunan berjalan secara berkelanjutan.
“Pertemuan ini sangat penting untuk mengoptimalkan potensi daerah, memperkuat kemandirian fiskal, serta memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penguatan PAD merupakan fondasi utama dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah. Ketergantungan terhadap transfer dana dari pemerintah pusat, menurutnya, harus mulai dikurangi.
“Kita harus mampu berdiri lebih kuat dengan mengandalkan potensi sendiri. Jika dikelola secara maksimal, PAD Riau berpotensi meningkat hingga sekitar Rp5 triliun. Ini angka yang sangat signifikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, SF Hariyanto menegaskan bahwa optimalisasi PAD tidak hanya menjadi tanggung jawab Bapenda, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Mulai dari perizinan, pengawasan di lapangan, penegakan hukum, hingga kebijakan fiskal harus berjalan selaras.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Forkopimda sangat penting agar seluruh potensi dapat benar-benar menjadi penerimaan riil bagi daerah,” tambahnya.
Ia berharap, hasil rapat tersebut tidak berhenti pada tataran diskusi semata, melainkan menghasilkan langkah konkret dengan target waktu yang jelas serta komitmen bersama untuk menindaklanjutinya.