PEKANBARU - Pemprov Riau mempercepat penyelesaian sejumlah isu strategis melalui pertemuan tingkat pusat. Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, melakukan audiensi dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Pertemuan ini menyoroti tiga agenda utama, yakni penertiban kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), pengembangan ekonomi karbon, serta percepatan pembangunan jalan Dumai–Sinaboi.
Pertemuan dengan jajaran Kementerian Kehutanan Republik Indonesia tersebut dipandang sebagai langkah penting memperkuat sinergi pusat–daerah demi pembangunan berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.
“Ada tiga hal yang dibahas dalam pertemuan dengan Pak Menhut dan jajaran. Pertama kami melaporkan progres TNTN, kemudian terkait program nilai ekonomi karbon dan juga penyelesaian ruas jalan Dumai–Sinaboi,” ujar SF Hariyanto.
Isu paling krusial dalam pembahasan adalah kebutuhan lahan pengganti bagi warga yang akan direlokasi dari kawasan TNTN.
Pemerintah daerah menilai persoalan ini menjadi kunci percepatan penertiban kawasan konservasi tersebut.
Menurut SF Hariyanto, sebagian masyarakat telah menunjukkan komitmen dengan menyerahkan lahan sebagai bagian dari proses relokasi.
“Kami mengingatkan terkait kekurangan lahan pengganti bagi masyarakat yang akan direlokasi dari TNTN,” katanya.
Pemerintah pusat disebut akan menggelar rapat lintas kementerian bersama Kejaksaan Agung dan Kementerian Pertahanan untuk mencari solusi komprehensif.
“Untuk mencari solusi terkait lahan pengganti tersebut, Pak Menhut akan melakukan rapat bersama dengan kementerian dan lembaga terkait. Mudah-mudahan segera ada solusi,” tambahnya.
Selain isu konservasi, pembahasan juga menyoroti potensi ekonomi karbon sebagai sumber pertumbuhan baru.
Program ini diharapkan membuka peluang peningkatan pendapatan daerah sekaligus mendukung komitmen pengurangan emisi.
Pemprov Riau telah mengajukan penyediaan lahan pengganti ke pemerintah pusat sebagai bagian dari skema relokasi terpadu dan pembangunan berkelanjutan.
Proyek infrastruktur strategis berupa jalan lintas Dumai–Sinaboi turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut.
Akses jalan ini dinilai penting untuk memperkuat konektivitas kawasan pesisir serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
SF Hariyanto menegaskan, dukungan masyarakat menjadi faktor penting keberhasilan penyelesaian persoalan TNTN.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah banyak menyerahkan sertifikat untuk relokasi,” ujarnya.
Audiensi turut dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Riau, termasuk Plt Kepala DLHK Riau M Job Kurniawan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Mardoni Akrom, serta Kepala Bappeda Purnama.
Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah daerah mempercepat penyelesaian agenda strategis bersama pemerintah pusat.
Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal percepatan solusi relokasi TNTN, pengembangan ekonomi hijau, serta peningkatan konektivitas wilayah Riau.