www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Drainase Pekanbaru Sering Meluap Saat Hujan, Ternyata Ini Penyebabnya
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Persoalan 1.075 Aset Sepanjang Tol Belum Tuntas, Plt Gubri Minta Arahan Komisi II DPR RI
Rabu, 16 September 2026 - 10:59:20 WIB
Plt Gubri SF Hariyanto minta arahan Komisi II DPR RI terkait persoalan lahan (foto/int)
Plt Gubri SF Hariyanto minta arahan Komisi II DPR RI terkait persoalan lahan (foto/int)

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan sejumlah persoalan pertanahan dan aset negara yang hingga kini masih menjadi kendala di daerah dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI, Selasa (15/9/2026).

Dalam forum tersebut, SF Hariyanto memaparkan progres Pemerintah Provinsi Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjalankan tugas sebagai Satuan Tugas Penertiban Kawasan dan Penguasaan Tanah Negara (TP2 TNTN).

"Kami dari Pemerintah Provinsi Riau bersama Forkopimda ditunjuk sebagai Satgas TP2 TNTN. Sudah kami reportasikan lebih kurang 2.500 hektare," kata SF Hariyanto.

Meski demikian, ia menyebut masih terdapat sejumlah persoalan yang belum dapat diselesaikan. Salah satunya berkaitan dengan 1.075 bidang tanah yang telah memiliki sertifikat.

"Permasalahan yang tidak bisa kita selesaikan sekarang, adalah adanya surat tanah sertifikat 1.075 sertifikat yang sudah ada. Untuk itu, kami meminta arahan terhadap persoalan ini," ujarnya.

Selain persoalan sertifikat tanah, SF Hariyanto juga menyampaikan permasalahan aset di sepanjang Jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang memiliki panjang sekitar 180 kilometer.

Menurutnya, lahan di sisi kiri dan kanan jalan dengan lebar masing-masing kawasan mencapai 100 meter merupakan aset BUMN atau aset negara. Namun, di kawasan tersebut telah terdapat masyarakat yang bermukim sejak lama dan telah memiliki sertifikat tanah.

"Kemudian, juga Jalan Pekanbaru-Dumai sepanjang 180 KM, ini jalannya kiri kanan selebar 100 meter merupakan aset BUMN, aset negara. Sementara masyarakat yang tinggal di sana sudah sejak lama dan sudah punya sertifikat," jelasnya.

Ia menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan proses perpindahan pengelolaan aset dari Chevron kepada Pertamina Hulu Rokan (PHR). Saat proses tersebut berlangsung, kawasan dimasukkan ke dalam aset negara, sementara masyarakat yang telah menempati kawasan tersebut disebut belum mendapatkan ganti rugi.

"Permasalahannya adalah pada saat perpindahan Chevron ke PHR, kawasan ini dimasukkan ke dalam aset negara, dan masyarakat tidak mendapatkan ganti rugi," kata SF Hariyanto.

SF Hariyanto mengatakan pihaknya telah mempelajari persoalan tersebut dan sebelumnya sempat menyampaikan masalah itu kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Namun, menurutnya, hingga kini belum ada tindak lanjut.

"Ini sudah kami pelajari dan sempat menghadap ke Bapak Presiden ke 7, namun belum ada tindak lanjutnya. Kami mohon pertimbangan dari bapak Ketua untuk dapat menyelesaikan," pintanya kepada pimpinan Komisi II DPR RI dikutip dari MCRiau.

Ia menegaskan, RDP bersama Komisi II DPR RI menjadi kesempatan bagi Pemerintah Provinsi Riau untuk menyampaikan berbagai aspirasi daerah, termasuk persoalan pertanahan dan aset yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat.

"Melalui forum ini, kami terus memperjuangkan kepentingan masyarakat Riau serta mendorong sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar berbagai persoalan di Provinsi Riau dapat ditangani secara optimal demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Sampah penyebab air drainase di Pekanbaru meluap saat hujan.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Drainase Pekanbaru Sering Meluap Saat Hujan, Ternyata Ini Penyebabnya
CKG jangkau 2,5 juta warga Riau.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)2,5 Juta Warga Riau Jalani Cek Kesehatan Gratis, Hipertensi Jadi Temuan Utama
Marketing General Manager PT TAM, Resha Kusuma Atmaja (kiri) menerima penghargaan yang diserahkan oleh perwakilan media carvaganza pada ajang Carvaganza EditorToyota Sabet 5 Penghargaan Otomotif 2026, Veloz Hybrid EV Jadi Bintang
Plt Bupati Kuansing, Muklisin saat bertemu perwakilan pemerintah India.(foto: ultra/halloriau.com)22 Atlet Kuansing Terbang ke India, Bawa Nama Indonesia di Ajang Dragon Boat Internasional
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri bersama Kapolresta Pekanbaru.(foto: mimi/halloriau.com)DPRD Pekanbaru Dukung Polresta Usut Karhutla, Azwendi: Jangan Ada Pembiaran!
  Jalan koridor KM 5 Pangkalan Kerinci, Pelalawan mulai dibeton.(foto: tribunekanbaru.com) Jalan Koridor RAPP KM 5 Pelalawan Mulai Dibeton, Ada Pengalihan Arus Kendaraan
Pengungkapan kasus peredaran narkoba jairngan internasional di Bengkalis.(foto: mcr)Hampir 9 Kg Sabu Gagal Beredar di Bengkalis, Polisi Ungkap Dugaan Jaringan Malaysia
ist.ADIPEC 2026 Jadi Ajang Perluasan Kemitraan Industri Hulu Migas Indonesia 
Universitas Islam Riau (UIR).UIR Kembali Pertahankan Posisi QS World University Rankings di Asia dan Asia Tenggara
 Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rois SAg (foto/int)Kolaborasi Pemko dan Pemprov Dinilai Langkah Penting Penanganan Banjir di Pekanbaru
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved