PEKANBARU - Provinsi Riau kini mencatat kondisi positif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hingga Senin (5/10/2026), tidak ada lagi titik Karhutla yang terdeteksi di wilayah Riau.
Meski demikian, kabut asap masih terlihat menyelimuti sejumlah wilayah. Kondisi tersebut diduga bukan berasal dari kebakaran di Riau, melainkan asap kiriman dari provinsi lain yang masih mengalami kebakaran.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, titik Karhutla yang sebelumnya sempat muncul kini telah berhasil dipadamkan.
“Riau saat ini sudah nihil Karhutla. Hujan juga sudah hampir merata terjadi di wilayah Riau,” katanya.
Menurut Edy, hujan yang turun hampir merata di sejumlah daerah turut membantu memadamkan titik-titik kebakaran sekaligus menekan potensi munculnya titik api baru.
Namun, kondisi berbeda masih terjadi di beberapa wilayah Riau yang terpantau diselimuti kabut asap. Berdasarkan pemantauan, asap tersebut diduga berasal dari wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) yang masih memiliki sejumlah titik api.
“Asap kiriman, karena di Riau nihil titik api. Sementara di Sumsel banyak dilaporkan titik api,” sebutnya.
Meski Riau telah terbebas dari titik Karhutla, BPBD Damkar Riau tidak ingin masyarakat maupun petugas lengah. Pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi kebakaran tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Kewaspadaan juga diminta tetap dijaga, terutama dalam aktivitas pembukaan dan pembersihan lahan. Masyarakat diingatkan tidak menggunakan metode pembakaran karena berpotensi memicu kembali Karhutla.
"Kondisinya memang sudah nihil, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Kami mengimbau masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan agar karhutla tidak kembali terjadi," ujarnya dikutip dari MCRiau.
Dengan kondisi Karhutla yang kini nihil dan hujan yang mulai merata, Riau memiliki peluang untuk mempertahankan situasi tersebut. Namun, ancaman asap kiriman dan potensi kebakaran baru membuat pemantauan serta kewaspadaan tetap menjadi perhatian.