www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
4 Musim, 4 Juara Berbeda! MotoGP Mandalika 2026 Siap Lanjutkan Rekor?
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Korban Kecelakaan di Riau Nyaris 4.000, Pemprov Mulai Petakan Titik Rawan
Kamis, 08 Oktober 2026 - 19:47:04 WIB
Pemprov dan Jasa Raharja bidik titik rawan kecelakaan.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)
Pemprov dan Jasa Raharja bidik titik rawan kecelakaan.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)

PEKANBARU - Angka korban kecelakaan lalu lintas di Riau yang mendekati 4.000 orang pada 2026 menjadi sinyal kuat bahwa upaya keselamatan jalan tidak cukup hanya mengandalkan penanganan setelah kecelakaan terjadi.

Pemprov Riau bersama PT Jasa Raharja mendorong pola pencegahan dengan memetakan lokasi yang memiliki tingkat risiko tinggi dan menentukan bentuk intervensi sesuai karakteristik masing-masing titik.

Langkah tersebut dibahas dalam audiensi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto dengan Direktur Keuangan PT Jasa Raharja (Persero), Dwi Ary Purnomo, di Ruang Kerja Wakil Gubernur Riau, Kamis (8/10/2026).

Lonjakan korban menjadi perhatian serius karena jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang berada di kisaran 2.800 orang.

Dari hampir 4.000 korban pada 2026, sekitar 19 persen disebut berada pada kelompok usia muda.

Kondisi itu menunjukkan persoalan keselamatan lalu lintas di Riau tidak semata berkaitan dengan penanganan kecelakaan, tetapi juga menyangkut efektivitas pencegahan, kondisi lokasi rawan, perilaku pengguna jalan, hingga koordinasi antarinstansi.

SF Hariyanto menilai pemerintah dan pemangku kepentingan harus mengubah pendekatan dari responsif menjadi lebih preventif.

Titik rawan perlu diketahui lebih awal sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum korban berjatuhan.

“Kita jangan hanya menunggu kecelakaan terjadi kemudian memberikan penanganan, tetapi harus lebih dulu melihat di mana titik-titik yang memiliki risiko tinggi," ucap SF Hariyanto.

"Setelah titik tersebut dipetakan, kita tentukan bersama treatment apa yang paling tepat untuk mengurangi potensi kecelakaan,” sambungnya.

Menurut dia, pemetaan saja tidak cukup apabila tidak diikuti tindakan konkret.

Setiap titik rawan harus dianalisis berdasarkan persoalan yang menyebabkannya berbahaya, kemudian diberikan penanganan yang sesuai.

Pendekatan tersebut penting karena karakter setiap lokasi tidak selalu sama.

Ada titik yang membutuhkan perbaikan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, peningkatan rambu dan penerangan, sementara lokasi lainnya mungkin membutuhkan pengawasan maupun edukasi pengguna jalan.

Plt Gubri juga menekankan, keselamatan lalu lintas merupakan persoalan lintas sektor. Pemerintah, kepolisian, Jasa Raharja, dan masyarakat harus memiliki peran yang saling melengkapi.

“Penanganan titik rawan ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja karena persoalannya cukup kompleks," sebutnya.

"Sosialisasi kepada masyarakat juga harus diperkuat agar kesadaran untuk tertib, disiplin, dan menjaga keselamatan saat berkendara semakin baik,” tuturnya.

Jasa Raharja membawa data korban kecelakaan sebagai salah satu dasar untuk mendorong langkah pencegahan yang lebih terarah.

Dwi Ary Purnomo mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian lebih.

Data tersebut nantinya akan dibahas bersama Pemprov Riau dan Kepolisian Daerah Riau untuk menentukan bentuk intervensi.

“Kami sudah memiliki beberapa gambaran mengenai titik yang kami pandang cukup urgen untuk dipetakan dan dicari solusinya," kata Dwi Ary Purnomo.

"Namun, langkah selanjutnya tentu perlu dibicarakan bersama Kapolda dan Pemprov Riau agar penanganannya benar-benar tepat,” tambahnya.

Dwi menyebut jumlah korban kecelakaan pada 2025 sekitar 2.800 orang. Sementara pada 2026, jumlah tersebut telah mendekati 4.000 korban.

“Jumlah korban pada 2025 sekitar 2.800 orang, sementara sekarang sudah mendekati 4.000 korban dan sekitar 19 persen di antaranya berada pada usia muda," ujarnya.

"Kondisi ini tentu menjadi perhatian kami karena kalau tidak segera ditekan, risikonya bisa semakin besar,” ucapnya.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kecelakaan lalu lintas membutuhkan intervensi yang lebih serius. Terlebih, kelompok usia muda memiliki proporsi yang cukup signifikan dalam data korban.

Karena itu, langkah pencegahan tidak cukup berhenti pada pemetaan lokasi. Edukasi keselamatan berkendara juga perlu menyasar kelompok pengguna jalan yang memiliki risiko tinggi, disertai pengawasan dan penegakan aturan yang konsisten.

Jasa Raharja menyatakan siap mendukung upaya Pemprov Riau dan Polda Riau untuk menekan angka kecelakaan.

Dukungan tersebut diarahkan pada penguatan pemetaan titik rawan, pencarian solusi terhadap lokasi berisiko serta edukasi kepada masyarakat.

“Kami akan mendukung semaksimal mungkin upaya Kepolisian Daerah dan Pemprov Riau untuk mereduksi kecelakaan. Dengan segala kemampuan yang kami miliki, kami ingin bersama-sama menciptakan ketertiban lalu lintas yang lebih baik ke depan,” tutup Dwi.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
MotoGP Mandalika 2026 menanti juara kelima.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)4 Musim, 4 Juara Berbeda! MotoGP Mandalika 2026 Siap Lanjutkan Rekor?
Pemprov Riau mulai pelebaran Jalan HR Soebrantas Pekanbaru.(foto: mcr)Pemprov Riau Kebut Pelebaran Jalan HR Soebrantas, Titik Unri dan RRI Dibidik
Istri kedua Bupati Kuansing nonaktif jadi saksi sidang suap jabatan di PN Pekanbaru.(foto: tribunpekanbaru.com)Istri Kedua Bupati Kuansing Nonaktif Jadi Saksi, 2 Mobil Miliaran Terungkap di Sidang Suap JabatanĀ 
Kabut asap kepung Riau.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Kabut Asap Riau Makin Mengkhawatirkan, PDPI Ingatkan Risiko Gagal Napas
Kasus ISPA di Riau meningkat akibat kabut asap.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)27.250 Warga Riau Terserang ISPA, Pekanbaru Paling Parah dengan 7.434 Kasus
  Kantor Kejati Riau.(foto: int)Muncul Percikan Api di Gedung Kejati Riau, Ini yang Terjadi
Berkendara motor saat jalan diselimuti kabut asap.Kabut Asap Pekat, Ini Panduan #Cari_Aman Naik Motor agar Tetap Selamat
Pemprov dan Jasa Raharja bidik titik rawan kecelakaan.(ilustrasi/gemini AI/halloriau.com)Korban Kecelakaan di Riau Nyaris 4.000, Pemprov Mulai Petakan Titik Rawan
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto.(foto: mcr)PBBKB Riau Tembus Rp1,12 Triliun, 80 Persen Penerimaan Masih Bertumpu pada Pertamina
Sebaran titik panas di Sumatera dan Riau sore ini.(infografis/gemini AI/halloriau.com)Hotspot Sumatera Capai Ribuan Sore ini, Riau Cuma 7 Titik Tersebar di 5 Daerah Tapi Kabut Asap Pekat
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved