www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Dari Sampah Jadi Cuan, Pemko Pekanbaru Hadirkan 10 Lokasi Penukaran
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


AI Menguasai Kelas Biologi: Revolusi Belajar atau Ancaman bagi Cara Siswa Berpikir Kritis?
Selasa, 17 Maret 2026 - 12:00:00 WIB

RUANG kelas biologi hari ini perlahan berubah. Jika dahulu siswa hanya mengandalkan buku paket dan papan tulis untuk memahami proses kehidupan, kini teknologi kecerdasan buatan mulai mengambil peran di ruang belajar. Dalam hitungan detik, siswa dapat meminta penjelasan tentang metabolisme sel, sistem saraf, atau genetika melalui aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI). Kemudahan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah AI benar-benar menjadi revolusi pembelajaran, atau justru mengancam cara siswa berpikir?

Biologi dikenal sebagai salah satu mata pelajaran yang penuh konsep kompleks dan sering kali sulit divisualisasikan. Proses seperti pembelahan sel, kerja enzim, atau sistem organ manusia tidak selalu mudah dipahami hanya melalui teks. Di sinilah teknologi AI mulai menunjukkan potensinya. Melalui simulasi digital, animasi interaktif, hingga model tiga dimensi, konsep-konsep biologis dapat ditampilkan secara lebih nyata dan menarik.

Saat ini berbagai teknologi AI telah digunakan dalam proses pembelajaran. Misalnya, siswa dapat menggunakan ChatGPT untuk memperoleh penjelasan tambahan mengenai materi biologi yang belum dipahami. Platform pembelajaran seperti Khan Academy memanfaatkan AI untuk memberikan latihan soal yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Sementara itu, aplikasi simulasi seperti BioDigital Human memungkinkan siswa menjelajahi tubuh manusia secara virtual dalam bentuk tiga dimensi. Dengan teknologi tersebut, belajar biologi tidak lagi sekadar membaca teori, tetapi juga melihat secara visual bagaimana proses kehidupan berlangsung.

Fenomena ini bukan sekadar tren sementara. Data terbaru menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan meningkat sangat cepat. Sebuah laporan menunjukkan bahwa sekitar 88% siswa kini menggunakan alat AI dalam kegiatan belajar, baik untuk mencari informasi, merangkum materi, maupun memahami konsep yang sulit (NotieAI, 2026). Bahkan sekitar 66% siswa menggunakan chatbot AI seperti ChatGPT dalam proses belajar mereka (Digital Education Council). Fakta ini menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian nyata dari cara generasi muda belajar.

Penelitian juga menunjukkan bahwa teknologi AI dapat memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar. Ma’fud dan Abidin (2025) menyatakan bahwa literasi AI memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi dan prestasi belajar biologi siswa. Siswa yang mampu memanfaatkan teknologi AI secara tepat cenderung lebih aktif dalam proses pembelajaran serta memiliki pemahaman konsep yang lebih baik.

Temuan serupa juga disampaikan oleh Octaviani et al. (2024) yang menyatakan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI dalam pembelajaran. Teknologi tersebut membantu siswa memperoleh informasi secara lebih cepat serta mempermudah mereka memahami materi yang dianggap sulit.

Lebih jauh lagi, integrasi AI dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif. Fajriatiet al. (2024) menjelaskan bahwa penggunaan teknologi artificial intelligence dalam pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mendorong pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik.

Namun di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul pula kekhawatiran yang tidak bisa diabaikan. Ketika jawaban dapat diperoleh hanya dalam hitungan detik dari sistem AI, apakah siswa masih terdorong untuk berpikir lebih dalam? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan terhadap AI berpotensi mengurangi kemampuan analisis dan berpikir kritis siswa jika tidak digunakan secara bijak.

Selain itu, penggunaan AI juga memunculkan persoalan etika akademik. Sebagian siswa dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk menyelesaikan tugas secara instan tanpa benar-benar memahami materi yang dipelajari. Kondisi ini membuat peran guru menjadi semakin penting sebagai pembimbing dalam penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

Priyanti dan Wahyuni (2022) menegaskan bahwa integrasi teknologi berbasis AI dalam pembelajaran seharusnya tidak menggantikan peran guru, tetapi menjadi alat pendukung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru tetap berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa memahami konsep, mengembangkan rasa ingin tahu, serta melatih kemampuan berpikir kritis.

Pada akhirnya, kehadiran AI di kelas biologi adalah kenyataan yang tidak dapat dihindari. Teknologi ini dapat menjadi peluang besar untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Namun tanpa pemanfaatan yang bijaksana, AI juga berpotensi mengubah cara siswa belajar secara mendasar.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah AI akan hadir di ruang kelas, melainkan bagaimana dunia pendidikan memanfaatkannya secara cerdas. Jika digunakan dengan tepat, AI tidak hanya membantu siswa memahami kehidupan melalui biologi, tetapi juga membantu mereka berpikir lebih kritis dalam menghadapi masa depan yang semakin dipenuhi teknologi.

Penulis : Syarifah Masyail Atsila

NIM : 2305110471
Tempat, Tanggal Lahir : Pekanbaru, 13 Agustus 2005
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan: Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi 
Institusi: Universitas Riau



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi Pemko Pekanbaru sediakan 10 titik penukaran sampah jadi uang (foto/int)Dari Sampah Jadi Cuan, Pemko Pekanbaru Hadirkan 10 Lokasi Penukaran
Anggota DPR RI, Achmad menyalurkan 50 paket Sembako untuk dhuafa di Pekanbaru (foto/ist)Jelang Lebaran, Anggota DPR RI Achmad Bagi Bantuan Sembako untuk Warga Pekanbaru
Telkomsel menghadirkan Program THR sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia dengan hadiah utama berupa satu unit motor New Honda Beat Streat (foto/ist)THR Spesial dari Telkomsel di Hari Raya Idulfitri
Ilustrasi BMKG catat titik panas Riau masih tinggi (foto/int)Riau Dominasi Hotspot Sumatera, 113 Titik Terdeteksi di Sejumlah Kabupaten/Kota
Bupati Pelalawan, Zukri menyerahkan bantuan untuk warg dalam momen buka puasa bersama PPTK.(foto: andi/halloriau.com)Buka Puasa Bersama PPTK, Ini Harapan Bupati Pelalawan
  HIPMI Riau Aktif Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan.(foto: barkah/halloriau.com)Tak Sekadar Bisnis, HIPMI Riau Aktif Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan
Direktur PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Ade Putra Daulay saat acara buka bersama (foto/riki)Ramadan 2026, Operasi Pasar Masif Berhasil Tekan Harga Bahan Pokok di Riau
Tradisi belanja Lebaran kembali semarak, Mal di Pekanbaru jadi destinasi favorit (foto/int)Ramai Diskon Belanja Idulfitri, Pusat Perbelanjaan Pekanbaru Dipadati Pengunjung
Ribuan jemaah akan padati Masjid Raya Annur, ini petugas Salat Idulfitri di tiga lokasi yang disiapkan Pemprov Riau (foto/int)Ribuan Jemaah Diprediksi Padati Masjid Raya Annur, Ini Susunan Petugas Salat Idulfitri
Kegiatan buka puasa bersama PWI Kuansing dan DPRD Kuansing.(foto: ultra/halloriau.com)PWI Kuansing dan DPRD Perkuat Kolaborasi di Ramadhan, Ini Aspirasi yang Diajukan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved