PEKANBARU - Usai ketegangan akibat aksi unjuk rasa, suasana di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, mulai kembali hangat. Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni bersama jajaran Polres Rohil dan personel Brimob turun langsung ke tengah masyarakat melalui kegiatan Salat Jumat berjemaah di sejumlah masjid, Jumat (17/4).
Kegiatan ini tidak sekadar ibadah, tetapi juga menjadi upaya meredam situasi sekaligus membangun kembali kepercayaan publik. Masjid Baiturrahman, Masjid Nurul Iman, Masjid Al-Hasanah Teluk Pulai, hingga Masjid Raya Panipahan menjadi titik silaturahmi antara aparat dan warga.
Kehadiran aparat kepolisian disambut hangat oleh tokoh agama dan masyarakat. Momen ini dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan damai serta komitmen menjaga keamanan bersama.
Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan pendekatan humanis menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas wilayah.
"Kegiatan ini adalah bentuk silaturahmi kami kepada masyarakat, sekaligus upaya mendekatkan diri agar tercipta rasa aman dan nyaman," ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas situasi yang sempat memicu keresahan.
"Kami memohon maaf atas kejadian yang lalu. Polri akan terus hadir untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat," tambahnya.
Sebagai bentuk transparansi, Kapolres turut memperkenalkan Kapolsek Panipahan yang baru beserta personel yang telah melalui proses pemeriksaan menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dalam khutbahnya, Kapolres juga menyoroti ancaman narkoba yang dinilai dapat merusak generasi muda.
"Mari kita bersama menjaga anak-anak kita dari bahaya narkoba. Ini tanggung jawab kita semua demi masa depan bangsa," tegasnya.
Ia mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga keamanan dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
"Laporkan setiap hal yang mencurigakan melalui saluran komunikasi yang ada, termasuk call center 110," imbaunya.
Sementara itu, Plh Kapolsek Panipahan IPTU Subiarto Tampubolon berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
"Kami mengajak masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah, bukan dengan konflik," katanya.
Dari kegiatan tersebut, terlihat adanya respons positif dari masyarakat. Hubungan antara warga dan aparat yang sempat renggang kini mulai kembali terjalin. Kegiatan ini pun dinilai efektif sebagai langkah preemtif dan preventif dalam menjaga keamanan pasca demonstrasi.