BAGANSIAPIAPI – Momentum Hari Raya Iduladha di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) tahun 2026 ini terasa lebih istimewa.
Bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi sorotan utama masyarakat karena ukuran dan asal-usulnya yang tidak biasa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rohil, Cicik Mawardi Athar, memastikan bahwa hewan kurban tersebut telah dipersiapkan secara matang dan siap disembelih pada hari raya nanti.
“Sapi kurban dari Presiden sudah kami tentukan dan dalam kondisi siap untuk disembelih. Beratnya mencapai 970 kilogram,” ujar Cicik, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, bobot hampir satu ton itu bukan sekadar angka, melainkan hasil dari pemeliharaan dan seleksi ketat.
Tim DKPP bahkan telah melakukan pemeriksaan langsung beberapa hari sebelum Idul Adha untuk memastikan kondisi kesehatan hewan.
Menariknya, sapi kurban tersebut bukan didatangkan dari luar daerah. Hewan ini berasal dari kelompok tani binaan DKPP di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan.
Jenis sapi yang dipilih merupakan hasil persilangan antara Brahman Cross dan sapi Bali—kombinasi yang dikenal menghasilkan ternak bertubuh besar, tahan terhadap lingkungan tropis, serta memiliki kualitas daging yang baik.
“Kami sudah cek secara menyeluruh, baik fisik maupun kesehatannya. Sapi ini layak untuk dijadikan hewan kurban,” tambah Cicik.
Rencananya, sapi bantuan Presiden tersebut akan disembelih di Kecamatan Bangko Pusako. Lokasi ini dipilih agar distribusi daging kurban bisa langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.
Kehadiran sapi berukuran jumbo ini pun memicu antusiasme warga. Banyak masyarakat yang menantikan proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban.
Bantuan sapi kurban dari Presiden bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga wujud kepedulian pemerintah pusat terhadap daerah. Momentum ini sekaligus memperkuat hubungan antara pusat dan masyarakat di daerah.
Di tengah semangat Iduladha, bantuan tersebut diharapkan mampu mempererat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial.
“Ini bukan hanya soal kurban, tapi juga tentang berbagi dan memperkuat rasa kebersamaan di masyarakat,” tutup Cicik.