PEKAITAN - Status sebagai tenaga kesehatan kini menjadi modal sekaligus tantangan berat bagi Bidan Martini Winarwan.
Pasalnya, ia tak lagi sekadar mengurus persalinan, melainkan resmi memikul tanggung jawab ganda sebagai Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rohil.
Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Rohil, Tatik Sri Rahayu, di halaman Kantor Camat Pekaitan pada Selasa (8/9/2026).
Namun, pelantikan ini bukanlah akhir dari sebuah seremonial, melainkan garis start bagi pekerjaan rumah (PR) besar di sektor keluarga dan pendidikan usia dini.
Dalam kacamata kritis, penunjukan seorang bidan di posisi strategis PKK membawa ekspektasi tinggi terhadap isu-isu fundamental di akar rumput.
Mulai dari penekanan angka stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga pembentukan karakter anak usia dini di wilayah Pekaitan.
Menyadari besarnya tantangan tersebut, Bupati Rohil, Bistamam meminta agar amanah ini tidak dijalankan di balik meja, melainkan harus turun langsung dan menyentuh denyut nadi permasalahan warga.
"Gerakan PKK adalah pondasi penting. Pembangunan daerah tidak akan maju tanpa adanya keluarga yang mandiri dan berkarakter," ucap Bupati.
"Mulailah dari hal-hal sederhana yang manfaatnya langsung dirasakan anak-anak dan masyarakat," sambungnya.
Lebih lanjut, Bupati mengingatkan bahwa birokrasi kecamatan dan tim penggerak desa tidak bisa bekerja secara silo (sendiri-sendiri).
Latar belakang Martini sebagai tenaga kesehatan diharapkan mampu mempercepat pemetaan masalah keluarga di Pekaitan, asalkan didukung dengan sinergi lintas sektoral.
Bistamam menuntut adanya penguatan koordinasi yang masif antara PKK Kecamatan, aparatur desa, hingga ke tingkat Kabupaten.
"Saya percaya dengan kebersamaan, koordinasi, dan semangat gotong royong, Kecamatan Pekaitan dapat berkembang dan berkontribusi untuk kemajuan Rohil di masa mendatang," pungkas Bupati.