UJUNG TANJUNG - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menambah kapasitas pelatihan kerja bagi warga binaan setelah menerima bantuan 9 unit mesin jahit dari BRI Kantor Cabang Bagansiapiapi.
Bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah fasilitas bengkel kerja.
Lapas Bagansiapiapi mengarahkan peralatan itu sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, terutama bagi warga binaan yang masa pidananya segera berakhir dan akan kembali ke tengah masyarakat.
Penyerahan bantuan dilakukan Pemimpin Cabang BRI Bagansiapiapi, Rizky Kurniawan kepada Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik didampingi Kepala Saksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Mismin Handoko, pada Selasa (28/9/2026).
Agus mengatakan, tambahan mesin jahit tersebut diharapkan membuat kegiatan pelatihan sekaligus produksi konveksi warga binaan dapat berjalan lebih optimal.
"Bantuan 9 unit mesin jahit ini sangat berarti bagi kami dalam mengoptimalkan bengkel kerja WBP di Ujung Tanjung," kata Agus.
"Ini merupakan wujud sinergi yang nyata dalam mendukung proses rehabilitasi dan pemberdayaan warga binaan," sambungnya.
Menurut dia, pelatihan menjahit tidak berhenti pada kegiatan keterampilan di dalam lapas.
Program tersebut dirancang agar warga binaan memiliki kemampuan praktis yang bisa digunakan setelah mereka menyelesaikan masa pidana.
Lapas juga memprioritaskan warga binaan yang mendekati masa bebas untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Pertimbangannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal awal ketika mereka kembali mencari pekerjaan atau membangun usaha sendiri.
"Fokus utama kami berikan kepada warga binaan yang sebentar lagi akan bebas atau kembali ke masyarakat," tuturnya.
"Dengan begitu, begitu selesai menjalani masa pidana, mereka sudah mengantongi bekal keterampilan praktis yang siap dipakai untuk membuka usaha mandiri maupun bekerja di bidang konveksi," tambahnya.
Tambahan peralatan itu selanjutnya akan dikelola Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bagansiapiapi.
Kapasitas produksi konveksi warga binaan diharapkan ikut meningkat seiring bertambahnya sarana yang tersedia.
Di sisi lain, Rizky Kurniawan mengatakan bantuan mesin jahit merupakan bagian dari komitmen sosial BRI dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, termasuk kelompok warga binaan pemasyarakatan.
"Penyaluran 9 unit mesin jahit ini adalah bentuk kepedulian BRI untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan," sebut Rizky.
"Semoga sarana ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dan menjadi modal berharga bagi WBP Lapas Bagansiapiapi untuk mengasah potensi diri serta membangun masa depan yang lebih baik," tukasnya.