PASIR PENGARAIAN – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) memastikan kuota seluruh jenis bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut tidak mengalami perubahan dan dalam kondisi aman.
Meski demikian, antrean panjang kendaraan masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Rohul, Yasmin, mengatakan pihak Pertamina telah memastikan bahwa pasokan BBM di daerah itu tetap sesuai kuota sebelumnya.
“Tidak ada pengurangan kuota BBM di Rokan Hulu,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Pertamina, ketersediaan stok BBM bahkan diperkirakan mencukupi untuk kebutuhan hingga tiga bulan ke depan. Dengan demikian, potensi kelangkaan dalam waktu dekat dinilai tidak akan terjadi.
“Pihak Pertamina menjamin stok masih aman untuk tiga bulan,” tambahnya.
Terkait antrean panjang di SPBU, Yasmin menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh peralihan konsumsi masyarakat dari BBM non-subsidi ke BBM subsidi. Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat sebagian konsumen beralih ke jenis subsidi.
Akibatnya, permintaan BBM subsidi meningkat signifikan dan menimbulkan antrean, sementara distribusi BBM non-subsidi justru relatif sepi.
“Yang antre itu BBM subsidi. Untuk non-subsidi terlihat kosong,” jelasnya.
Antrean panjang dilaporkan mulai terjadi sejak Kamis (30/4/2026) di sejumlah SPBU di Rokan Hulu, terutama di wilayah Tandun dan Ujung Batu. Kendaraan bahkan mengular hingga ke badan jalan.
Hingga Minggu (3/5/2026), kondisi antrean masih terlihat di beberapa titik. Namun, Pemerintah Kabupaten Rohul menegaskan tidak ada SPBU yang mengalami kekosongan BBM.