PEKANBARU – Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengungkapkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan Gubernur Riau Abdul Wahid dan Wakil Gubernur Riau SF Haryanto beberapa jam sebelum Abdul Wahid ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin lalu.
Afni menjelaskan, pertemuan itu berlangsung di kediaman resmi Gubernur Riau usai rapat membahas program waste to energy bersama sejumlah kepala daerah. Ia menegaskan suasana saat itu berjalan santai dan tidak menunjukkan tanda-tanda adanya operasi dari KPK.
“Memang kami (Gubernur, Wagub, dan saya) sedang bersama di kediaman setelah rapat. Setelah itu kami melaporkan beberapa hal kepada Bapak Gubernur terkait jadwal R-APBD Siak 2026. Suasana biasa saja,” kata Afni, Jumat (7/11/2025).
Afni membantah keras isu bahwa dirinya mengetahui rencana OTT. Ia menuturkan pertemuan itu berlangsung seperti biasa tanpa ada ketegangan. “Seingat saya, saya justru tidak ngopi. Saya hanya minum air putih dan camilan ubi goreng,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum kejadian OTT berlangsung, ia sempat berpamitan untuk menunaikan salat Zuhur dan kemudian berangkat menemui Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau untuk membahas lanjutan R-APBD Siak.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Haryanto juga membantah keras dugaan bahwa dirinya mengetahui operasi yang dilakukan KPK terhadap Abdul Wahid. “Tidak benar jika kami mengetahui adanya operasi. Kami baru mendapat kabar setelah kejadian,” tegasnya dikutip dari JPNN.
Rapat mengenai waste to energy yang menjadi latar pertemuan tersebut merupakan salah satu agenda pembahasan kerja sama daerah terkait pengelolaan sampah menjadi sumber energi alternatif di Riau. Namun, tak lama setelah rapat usai, KPK melakukan OTT terhadap Gubernur Abdul Wahid di lokasi terpisah.