SIAK — Di tengah efisiensi anggaran yang terjadi di hampir seluruh daerah, Pemerintah Kabupaten Siak tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program pencucian dan normalisasi anak-anak sungai yang selama ini mengalami pendangkalan.
Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi Pemkab Siak bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) III Kementerian PU serta dukungan corporate social responsibility (CSR) perusahaan.
Pencucian sungai diharapkan dapat mengatasi pendangkalan sekaligus mengembalikan fungsi alami sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi potensi banjir.
Bagi masyarakat di sejumlah kampung wilayah pesisir Siak, normalisasi sungai menjadi harapan yang telah dinanti selama puluhan tahun.
Salah satunya Sungai Mengkapan di Kecamatan Sungai Apit. Sungai yang dahulu menjadi jalur aktivitas masyarakat dan sumber penghidupan nelayan itu kini mengalami pendangkalan sehingga sulit dilalui.
"Seperti sungai Mengkapan, info dari Bapak Penghulu, dulunya jadi penghidupan nelayan dan aktivitas masyarakat. Namun karena pendangkalan sungai jadi tak bisa lagi dilewati, ikan-ikan hilang dan mengakibatkan banjir di banyak kampung. Terimakasih BWSS III Kementerian PU, Alhamdulillah kita sudah mulai pencucian sungai dimulai dari Mengkapan dan secara bertahap ke anak sungai lainnya," ungkap Bupati Siak Dr.Afni Z, M.Si saat meninjau lokasi di Kecamatan Sungai Apit, Senin, 21 September 2026.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemkab Siak mendapat dukungan alat ekskavator amfibi PC 200 Long Arm yang didatangkan khusus oleh BWSS III Kementerian PU.
Alat berat tersebut akan digunakan untuk membersihkan Sungai Mengkapan sepanjang kurang lebih 9 kilometer. Setelah itu, pengerjaan dilanjutkan ke Sungai Mandau dengan panjang sekitar 10 kilometer.
Tak berhenti di dua sungai tersebut, sejumlah sungai lainnya juga masuk dalam rencana pengerjaan secara bertahap, di antaranya Sungai Jernih, Sungai Mempura dan Sungai Sam-Sam.
"Selanjutnya juga ada Sungai Jernih, Sungai Mempura, Sungai Sam-Sam, yang pelaksanaan pekerjaannya akan dilakukan secara bertahap. Karena mobilisasi alat sebesar ini sangat tidak mudah, termasuk perihal bahan bakarnya sangat besar. Kami lakukan kolaborasi bersama, selain melalui anggaran APBD Siak, juga ada dukungan dari BWSS III dan CSR perusahaan," jelas Afni dikutip dari MCRiau.
Pencucian sungai tidak hanya diarahkan untuk memperlancar aliran air. Kegiatan tersebut juga mencakup pembersihan sampah padat dan material yang berpotensi menyumbat aliran sungai.
Selain itu, pengerukan sedimen atau normalisasi dilakukan untuk mengurangi pendangkalan akibat penumpukan lumpur dan pasir. Dengan demikian, kapasitas tampung sungai diharapkan tetap optimal ketika curah hujan tinggi.
"Ini juga upaya kita mencegah luapan air ke kampung-kampung, guna meminimalkan risiko air sungai meluap ke pemukiman warga. Semoga dengan ikhtiar cuci sungai ini, kejadian banjir dapat diatasi," kata Afni didampingi Kabid Dinas PU Siak, Camat dan Penghulu Mengkapan.
Di sisi lain, sungai yang kembali bersih dan berfungsi dengan baik juga diharapkan memberikan dampak terhadap kelestarian ekosistem. Kondisi sungai yang lebih terjaga dapat menjadi habitat bagi ikan, tumbuhan air serta hewan yang hidup di sekitar aliran sungai.
Dalam jangka panjang, sungai yang bersih, asri dan bebas sampah juga berpotensi ditata menjadi kawasan rekreasi maupun ruang publik hijau bagi masyarakat
Namun, pelaksanaan program tersebut bukan tanpa tantangan. Mobilisasi alat berat berukuran besar hingga kebutuhan bahan bakar membutuhkan dukungan dan pembiayaan yang tidak sedikit, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran.
"Meski mewujudkan cuci sungai ini tidak mudah di tengah efesiensi anggaran, kami sangat bersyukur kegiatan yang ditunggu masyarakat ini dapat terlaksana. Ini bisa terlaksana berkat kolaborasi bersama. Termasuk para Penghulu, anggota DPRD dan para pihak lainnya. Kami ucapkan terimakasih khususnya pada Kepala BWSS III Bapak Daniel dan jajaran yang telah banyak membantu kami," tutup Afni.