PEKANBARU – Toyota Astra Motor mengungkapkan surat pemesanan kendaraan (SPK) untuk Toyota Veloz Hybrid telah menembus lebih dari 10.000 unit sejak pertama kali diperkenalkan di pasar Indonesia.
Model hybrid tersebut mulai diperkenalkan PT Toyota Astra Motor (TAM) pada November 2025 dalam ajang Gaikindo Jakarta Auto Week 2025 dan disebut mendapat respons positif dari konsumen Tanah Air.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Bansar Maduma, mengatakan pencapaian itu menjadi salah satu hasil positif Toyota di segmen kendaraan elektrifikasi.
“Sejak kami memperkenalkan di November tahun lalu, hingga di bulan kemarin itu SPK sudah lebih dari 10.000 unit. Itu merupakan pencapaian baik buat kami,” ujar Bansar di Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2026).
Menurut dia, tingginya minat masyarakat terhadap Veloz Hybrid menunjukkan meningkatnya kepercayaan konsumen Indonesia terhadap kendaraan hybrid Toyota.
Ia menilai, kenaikan harga bahan bakar serta tantangan ekonomi yang terjadi belakangan ini turut memengaruhi pola konsumen dalam memilih kendaraan yang lebih hemat bahan bakar.
“Belakangan ini harga bensin naik dan kondisi ekonomi juga sedang menghadapi tantangan. Hal itu tentu ikut memengaruhi pilihan konsumen,” katanya.
Bansar menjelaskan, konsumen kini semakin selektif dalam memilih kendaraan, terutama yang menawarkan efisiensi bahan bakar namun tetap sesuai kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Menurutnya, kendaraan hybrid masih dianggap relevan untuk penggunaan di dalam kota maupun perjalanan antar kota.
“Konsumen sekarang semakin pintar memilih kendaraan yang efisien, tetapi juga tetap sesuai dengan kebutuhan mereka, baik untuk penggunaan dalam kota maupun luar kota,” ujarnya.
Selain Veloz Hybrid, Toyota juga melihat adanya peningkatan minat masyarakat terhadap model hybrid lainnya, termasuk Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan lini kendaraan elektrifikasi Toyota lainnya.
“Kami melihat ada tren kenaikan, khususnya pada mobil-mobil hybrid kami. Bukan hanya di Veloz, tetapi juga di Zenix dan model hybrid Toyota lainnya,” kata Bansar.