PEKANBARU - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 PT Bank Riau Kepri (BRK) Syariah (Perseroda) pada 1 April 2026 menjadi titik refleksi perjalanan panjang bank daerah yang kini menjelma sebagai pilar ekonomi syariah di Riau dan Kepulauan Riau.
Momentum ini tidak hanya dirayakan sebagai seremoni, tetapi dikemas sebagai langkah nyata menuju pembangunan berkelanjutan, penguatan ekonomi daerah, serta peningkatan inklusi keuangan syariah.
Sejak bertransformasi menjadi bank syariah penuh, BRK Syariah terus memperkuat perannya sebagai lembaga intermediasi keuangan yang tidak hanya berorientasi profit, tetapi juga membawa misi sosial, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pilar Ekonomi Daerah yang Diharapkan Terus Menguat
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto menegaskan, posisi strategis BRK Syariah sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diharapkan menjadi sumber kekuatan ekonomi regional.
“Harapan kita betul-betul BRK ini bisa mendukung ekonomi pendapatan di Riau. Kita minta seluruh tenaga bekerja dengan baik dan penuh semangat,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan ekspektasi pemerintah daerah agar BRK Syariah terus berperan sebagai lokomotif pembangunan ekonomi, terutama dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.
Perayaan Berbasis Lingkungan: Ucapan Diganti Bibit
Salah satu langkah yang mencuri perhatian dalam perayaan HUT ke-60 adalah kebijakan meniadakan papan bunga.
Sebagai gantinya, seluruh ucapan diarahkan menjadi kontribusi nyata berupa bibit pohon, tanaman buah, serta benih ikan.
Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan BRK Syariah, TM Fadhly Kholis menjelaskan, kebijakan ini sebagai bentuk perubahan paradigma dalam merayakan momentum institusi.
“Peringatan HUT ke-60 ini menjadi momentum bagi kami untuk mengajak seluruh pihak menghadirkan ucapan yang tidak hanya simbolis, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.
Langkah tersebut selaras dengan agenda pelestarian lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat.
Bibit tanaman dan ikan yang diberikan diharapkan menghasilkan manfaat jangka panjang, baik secara ekologis maupun ekonomis.
“Kami tegaskan, dalam rangkaian kegiatan HUT ke-60 ini, BRK Syariah secara resmi tidak menerima ucapan dalam bentuk papan bunga,” tambah Fadhly.
Kinerja Keuangan Menguat, Kepercayaan Publik Meningkat
Di balik perayaan, BRK Syariah menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang positif. Dana tabungan tumbuh 7 persen dari Rp8,11 triliun pada 2024 menjadi Rp8,68 triliun pada 2025.
Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah yang dinilai aman, modern, dan berkelanjutan.
Stabilitas pertumbuhan tersebut juga mencerminkan keberhasilan transformasi bisnis serta inovasi produk yang dilakukan manajemen.
Anggota DPRD Provinsi Riau, Abdullah, menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi kinerja BRK Syariah.
“BRK Syariah adalah kebanggaan masyarakat Riau. Kami akan terus mendukung setiap program dan inisiatif yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia menilai berbagai program bank daerah ini telah memperluas akses layanan keuangan syariah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Program yang dijalankan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi bukti komitmen memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah,” tambahnya.
Peran Strategis dalam Pembiayaan UMKM
Kontribusi BRK Syariah terhadap sektor mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu fokus utama. Pembiayaan UMKM dinilai sebagai fondasi ekonomi kerakyatan di Riau dan Kepulauan Riau.
Abdullah mendorong agar bank daerah ini terus berinovasi dan memperluas jangkauan pembiayaan.
“Kami berharap BRK Syariah terus memperkuat perannya dalam mendukung sektor ekonomi masyarakat. Dengan manajemen profesional, kami optimistis BRK Syariah menjadi pilar penting pembangunan ekonomi daerah,” katanya.
Strategi 2026: Digitalisasi dan Ekosistem Syariah
Untuk menjaga tren pertumbuhan dana pihak ketiga tetap positif, BRK Syariah menyiapkan sejumlah langkah strategis pada 2026, antara lain, Penguatan ekosistem digital syariah, serta Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan institusi.
Kemudian, Program loyalitas seperti royalti poin dan undian Tabungan Bedelau, Program hadiah langsung untuk nasabah, serta Perluasan literasi dan inklusi keuangan syariah.
Digitalisasi dipandang sebagai kunci untuk memperluas jangkauan layanan, meningkatkan efisiensi, serta menjawab perubahan perilaku nasabah di era ekonomi digital.
Apresiasi Dunia Pendidikan: BUMD Terbaik
Tokoh perempuan Riau sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan dan Keterampilan Al Huda Riau, Hj Ratmiwati menilai, perkembangan BRK Syariah sangat pesat dalam satu dekade terakhir.
“Dari sisi mana pun kita melihatnya, BRK Syariah sekarang sudah menjelma sebagai BUMD terbaik. Institusi ini sangat bisa diandalkan sebagai salah satu pilar utama ekonomi di Riau dan Kepulauan Riau,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi menjadi bank syariah penuh membuat BRK Syariah semakin kompetitif dan relevan dengan nilai masyarakat lokal.
Ia menilai keberhasilan menjaga stabilitas di tengah tantangan global patut menjadi contoh bagi BUMD lainnya.
Sinergi Perbankan dan Pendidikan
Dukungan sektor pendidikan menunjukkan terbentuknya sinergi kuat antara perbankan syariah dan institusi sosial.
Kolaborasi ini diyakini mampu mempercepat peningkatan literasi keuangan serta mendorong lahirnya generasi yang melek ekonomi syariah.
Momentum ulang tahun ke-60 dinilai sebagai tonggak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat.
Menatap Masa Depan: Green Banking dan Ekonomi Kerakyatan
Perjalanan enam dekade BRK Syariah menegaskan perubahan arah bank daerah menuju konsep green banking, inklusi keuangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan predikat sebagai BUMD unggulan, bank ini diharapkan terus memperluas layanan digital, meningkatkan pembiayaan UMKM, dan memperkuat kontribusi terhadap sektor strategis.
Peringatan 1 April 2026 menjadi simbol perjalanan panjang sekaligus titik awal babak baru bagi BRK Syariah dalam memperkuat peran sebagai motor ekonomi syariah di Riau dan Kepulauan Riau.(*)