JAKARTA - Di tengah maraknya tren ganti mobil baru, kisah Ridwan Setiawan justru berjalan berlawanan. Selama lebih dari 14 tahun, pria asal Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), setia menggunakan satu unit Daihatsu Terios tipe TX yang kini telah mencatat jarak tempuh lebih dari 924 ribu kilometer, nyaris satu juta kilometer tanpa pernah mengalami turun mesin.
Bagi Ridwan, mobil bukan sekadar alat transportasi, melainkan partner hidup yang menemani aktivitas keluarga hingga pekerjaan di medan ekstrem Kalimantan.
Terios Jadi 'Kendaraan Tempur' di Jalan Rusak Kalimantan
Sejak pertama kali dibeli pada 2012, Daihatsu Terios milik Ridwan digunakan setiap hari untuk perjalanan Pontianak-Tayan Hilir yang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan darat.
Tak hanya jalan aspal, mobil ini juga rutin masuk ke area perkebunan sawit dengan kondisi jalan tanah, berlubang, dan licin.
“Di daerah tempat saya tinggal, kondisi jalannya masih banyak yang berlubang dan tidak rata. Terios tetap nyaman dipakai, irit bahan bakar, dan biaya perawatan maupun suku cadangnya juga ramah di kantong,” ujar Ridwan.
Menurutnya, karakter Terios yang mengusung konsep SUV adventure memang cocok dengan kontur wilayah Kalimantan yang menantang.
“Jalan di sana masih ada yang jelek, jalan blok sawit. Alhamdulillah, pertama kali dikenalkan dengan Daihatsu, saya langsung kepincut Terios tipe TX yang slogannya adventure ini,” katanya.
Odometer Sudah Diganti, Mesin Tetap Orisinal
Menariknya, meski jarak tempuh total sudah mencapai 924.321 kilometer, kondisi mesin Daihatsu Terios tersebut masih original.
Ridwan bahkan telah mengganti odometer baru karena angka kilometer lama sudah terlalu tinggi, dan kini jarak di odometer baru telah menyentuh 226 ribu kilometer.
Jika ditotal, jarak tempuh mobil ini hampir setara dengan mengelilingi Pulau Kalimantan ratusan kali.
Perbaikan Besar Hanya di Sistem Kemudi
Selama pemakaian panjang tersebut, Ridwan mengaku hanya melakukan satu perbaikan besar, yaitu penggantian gearbox setir pada saat kilometer mencapai 300 ribuan.
Kerusakan itu pun bukan disebabkan mesin, melainkan akibat medan jalan ekstrem yang memengaruhi sistem kemudi.
“Belum pernah turun mesin. Belum pernah. Paling yang pernah saya ganti itu gearbox setir. Karena jalan jelek,” tegasnya.
Rahasia Mobil Awet: Sensitif Terhadap Gejala Kecil
Kunci utama awetnya Daihatsu Terios milik Ridwan terletak pada kepekaan pengemudi dan konsistensi perawatan. Ia tak pernah menunda servis jika merasakan gejala sekecil apa pun.
“Ketika ada ngerasain tidak nyaman, langsung saya hubungi Mas Januar, mekanik bengkel resmi Daihatsu yang biasa menangani mobil saya,” jelasnya.
Komponen yang paling sering diganti hanyalah kampas rem, mengingat kondisi jalan yang licin dan ekstrem.
“Paling kampas rem ya, karena kan jalannya licin,” ucapnya.
Untuk menunjang kenyamanan dan daya tahan, Ridwan juga menambahkan damper pada sistem suspensi, terutama karena mobilnya sering melewati jalur berat seperti kawasan Sosok-Parindu yang dulu dikenal rusak parah.
Mobile Service Jadi Penyelamat di Daerah
Keberadaan layanan servis keliling Daihatsu (mobile service) menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi mobil, terutama di daerah yang jauh dari bengkel resmi.
“Pernah bearing roda bunyi, itu langsung saya panggil mobil servis keliling. Namanya Mas Murdiono, dia standby di Tayan. Tinggal telepon, langsung datang,” ungkapnya.
Namun untuk perawatan khusus seperti spooring dan balancing, ia tetap mendatangi bengkel resmi Daihatsu.
Hal ini membuktikan bahwa mobil bisa bertahan hampir satu juta kilometer tanpa turun mesin, asalkan dirawat dengan disiplin, peka terhadap gejala awal, dan didukung layanan purna jual yang baik.
Daihatsu Terios pun menjadi contoh bahwa SUV kompak dapat diandalkan di medan ekstrem sekalipun.