PEKANBARU - Tingginya aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 dinilai berbanding lurus dengan meningkatnya potensi tindak kriminal di ruang publik.
Salah satu kejahatan yang kembali meresahkan warga Kota Pekanbaru adalah aksi jambret yang kerap terjadi di jalan raya dan pusat keramaian.
Merespons kondisi tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Pekanbaru, Achmad Faisal Reza SE meminta aparat kepolisian untuk meningkatkan intensitas patroli, khususnya di lokasi-lokasi yang selama ini dikenal rawan tindak kejahatan.
Menurut Reza, penguatan pengamanan menjadi langkah strategis untuk menjaga rasa aman masyarakat yang tengah menikmati momentum libur akhir tahun.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kewaspadaan masyarakat dan pengamanan dari aparat, kita berharap situasi Kota Pekanbaru tetap aman dan kondusif selama libur akhir tahun 2025 ini,” ujar Reza, Selasa (30/12/2025).
Selain peran kepolisian, Reza juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keselamatan diri.
Ia menilai, maraknya laporan aksi jambret di media sosial menunjukkan adanya keresahan publik yang tidak boleh diabaikan.
“Saya melihat di media sosial banyak laporan masyarakat yang resah terkait aksi jambret. Ini harus menjadi perhatian bersama. Terutama saat libur akhir tahun, mobilitas warga meningkat drastis,” ucapnya.
Reza mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membawa barang berharga, baik saat berkendara maupun berjalan kaki.
Ia menyoroti kebiasaan lengah yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan menghindari penggunaan barang berharga yang mencolok saat bepergian," katanya.
"Pengendara motor sebaiknya rutin mengecek spion dan menghindari jalur sepi serta minim penerangan. Pejalan kaki juga jangan bermain ponsel saat berjalan,” pungkasnya.
Ia berharap sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dapat menekan angka kriminalitas serta memastikan Kota Pekanbaru tetap aman selama masa liburan.