PEKANBARU – Agenda reses masa sidang II tahun 2025/2026 dimanfaatkan Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra, untuk menyerap langsung aspirasi warga di Jalan Mawar, Kelurahan Padang Terubuk, Kecamatan Senapelan, Kamis (9/4/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri pengurus RW, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat yang menyampaikan berbagai persoalan lingkungan hingga ekonomi warga.
Kehadiran wakil rakyat tersebut disambut antusias masyarakat yang berharap aspirasi mereka dapat segera ditindaklanjuti.
Ketua RW 02, Deni, menyampaikan harapan warga agar aspirasi yang disampaikan tidak berhenti di forum reses.
“Insya Allah kehadiran pak dewan memberi dampak positif buat masyarakat, terutama dalam mengawal aspirasi hingga terealisasi. Untuk saat ini pemilihan RT dan RW di wilayah kami sudah berlangsung lancar,” ujar Deni.
Salah satu persoalan utama yang disorot warga adalah minimnya penerangan jalan umum (PJU), terutama di gang-gang kecil yang menjadi akses aktivitas harian masyarakat.
Deni menyebut, jamaah masjid turut mengusulkan pemasangan lampu jalan demi meningkatkan keamanan dan keselamatan warga.
“Ada usulan agar gang kecil dipasang penerangan untuk menghindari kecelakaan maupun hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Aspirasi lain datang dari Ketua RT 05 terpilih, Suharniwati, yang menyoroti pentingnya edukasi terkait pemilahan sampah rumah tangga sesuai surat edaran Wali Kota Pekanbaru.
Menurutnya, pengurus RT/RW membutuhkan wadah sosialisasi agar kebijakan tersebut dapat dijalankan secara optimal di masyarakat.
“Kami menilai perlu ada wadah edukasi dan sosialisasi agar RT yang baru terpilih benar-benar paham dan siap menjelaskan kepada masyarakat,” kata Suharniwati.
Isu lain yang mencuat adalah rencana pemindahan pedagang Pasar Kodim, khususnya di lantai satu.
Para pedagang mengaku belum menerima kejelasan terkait lokasi relokasi maupun surat resmi pemindahan.
“Kami disuruh pindah begitu saja, sementara surat perintah tidak kami terima dan kami tidak tahu harus pindah ke mana. Harapan kami pak dewan bisa memfasilitasi persoalan ini,” ujar Jusminar, salah satu pedagang.
Menanggapi berbagai keluhan, Aidhil Nur Putra memastikan seluruh masukan warga menjadi catatan penting yang akan dikawal bersama instansi terkait.
“Aspirasi hari ini jadi catatan penting, mulai dari PJU hingga tiang kabel optik yang miring dan kropos akan kita koordinasikan. Tiang kabel optik itu ilegal dan mengganggu estetika kota,” tegasnya.
Terkait kekhawatiran pedagang Pasar Kodim, Aidhil meminta para pedagang tetap tenang sambil menunggu kejelasan kebijakan.
“Belum ada kesepakatan pemerintah dengan pelaku usaha soal pemindahan pedagang. Kita akan kawal persoalan ini. Pedagang kami imbau tetap berjualan dulu, karena kita tidak ingin mereka menjerit akibat kondisi ini,” tutupnya.