PEKANBARU - Persoalan banjir di beberapa titik di Kota Pekanbaru akibat tingginya curah hujan masih jadi momok ditengah masyarakat. Bahkan yang terbaru akibat banjir seorang warga meninggal dunia terseret arus di parit Perumahan Griya Sidomulyo, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Jum'at (10/4) kemarin.
Kondisi tersebut menjadi sorotan serius Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Andry Saputra. Ia menilai persoalan banjir di Pekanbaru hingga saat ini masih menjadi masalah besar yang harus segera ditangani secara serius oleh pemerintah kota.
“Permasalahan banjir di Pekanbaru ini masih menjadi persoalan serius. Ke depan kita berharap pemerintah kota bisa menata kota secara bertahap agar masalah ini tidak terus berulang,” ujar Andry, Senin (13/4/2026).
Kata Andry, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026, Pemko Pekanbaru harus memberikan perhatian lebih pada pembangunan infrastruktur, khususnya sistem drainase.
“Selain jalan, masalah drainase harus menjadi titik fokus pembangunan di tahun 2026,” tegasnya.
Politisi Gerindra ini juga mengungkapkan bahwa persoalan drainase kerap menjadi keluhan utama masyarakat saat dirinya turun langsung ke dapilnya, Rumbai Timur-Rumbai-Rumbai Barat dalam kegiatan reses.
“Waktu saya reses, masalah drainase ini menjadi keluhan besar masyarakat. Tidak hanya di jalan protokol, tapi juga di jalan-jalan lingkungan,” jelasnya.
Untuk itu, Andry berharap pembangunan dan perbaikan drainase dapat dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di pusat kota tetapi juga menjangkau kawasan permukiman warga.
“Semoga ke depan drainase ini bisa dibenahi secara bertahap, baik di jalan utama maupun di lingkungan masyarakat,” harapnya.