PEKANBARU - Ambisi Kota Pekanbaru untuk mencapai kemandirian finansial kian terlihat nyata. Dalam rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2027, postur keuangan kota tidak mengalami lonjakan drastis, namun tumpuan utamanya kini dialihkan pada kekuatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tercatat, dari total proyeksi R-APBD 2027 yang berada di angka Rp3,18 triliun (tepatnya Rp3.181.971.784.650), Pemko Pekanbaru menargetkan sumbangsih PAD menembus angka Rp1,56 triliun.
Hebatnya, nyaris seluruh target PAD tersebut, yakni sebesar Rp1,44 triliun, diharapkan mengalir murni dari kantong pajak daerah masyarakat.
Postur anggaran tahun 2027 ini menunjukkan kenaikan moderat jika disandingkan dengan APBD murni 2026 yang disahkan pada angka Rp3,049 triliun.
Saat ini, nasib triliunan rupiah yang akan menentukan arah pembangunan kota tersebut tengah digodok secara maraton.
Ketua DPRD Kota Pekanbaru, M Isa Lahamid menyatakan, proses pendalaman anggaran ini sedang dalam tahap krusial antara legislatif dan eksekutif.
Fokus utama penyusunan adalah memastikan target pajak dan belanja daerah sejalan dengan realitas di lapangan.
"Pembahasan mengenai proyeksi APBD 2027 masih berlangsung. Banggar DPRD bersama TAPD masih melakukan pembahasan lanjutan, termasuk sekarang pembahasan di komisi-komisi dengan OPD mitranya," ungkap Isa Lahamid, Rabu (2/9/2026).
Nilai Rp3,18 triliun ini sejatinya merupakan angka rasionalisasi. Sebelumnya, Pemko Pekanbaru sempat melempar usulan KUA-PPAS di kisaran angka fantastis, yakni Rp3,4 triliun.
Meski dominasi sektor pajak daerah sangat kental dalam draf saat ini, Isa Lahamid mengingatkan, angka-angka tersebut belum menjadi keputusan mutlak hingga palu sidang diketok pada batas akhir penyusunan di bulan November mendatang.
"Besaran ini masih dapat mengalami perubahan, sesuai hasil pembahasan final Banggar DPRD dan TAPD Pekanbaru," pungkasnya.