PEKANBARU – Anggota DPRD Riau dari Daerah Pemilihan Indragiri Hilir (Inhil), Andi Darma Taufik, menyoroti kondisi Pulau Burung. Sebab kondisi daerah tersebur dinilai masih tertinggal dari sisi pembangunan infrastruktur, meski wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai kawasan industri.
Andi menilai, penetapan Pulau Burung sebagai kawasan industri seharusnya diikuti dengan pembangunan infrastruktur dasar yang memadai. Namun, hingga kini ia belum melihat adanya perubahan signifikan di lapangan.
“Persoalan Indragiri Hilir hari ini, tadi sudah jelas disampaikan bahwa ada satu wilayah yang menjadi kawasan industri, yaitu Pulau Burung. Dan wilayah ini sangat membutuhkan infrastruktur yang cukup dan perlu kita prioritaskan,” ujar Andi, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, minimnya infrastruktur menjadi hambatan utama dalam mendorong pertumbuhan kawasan industri di Pulau Burung. Ia bahkan menyebut, pembangunan yang menyentuh wilayah tersebut masih sangat minim.
“Pulau Burung ini menurut saya belum sama sekali, sedikit pun, memiliki infrastruktur yang memadai, baik itu semenisasi maupun pembangunan lainnya,” katanya.
Andi mengingatkan, tanpa dukungan infrastruktur yang layak, status kawasan industri berpotensi hanya menjadi label tanpa dampak nyata bagi ekonomi masyarakat setempat. Ia pun berharap pemerintah daerah menjadikan Pulau Burung sebagai prioritas pembangunan dalam perencanaan ke depan.
Dengan infrastruktur yang memadai, ia optimistis kawasan industri Pulau Burung dapat berkembang lebih cepat, membuka peluang investasi, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indragiri Hilir.