PEKANBARU - Pembangunan flyover di Simpang Garuda Sakti–Soebrantas, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, kembali menjadi sorotan. Proyek yang digadang-gadang mampu mengurai kemacetan di jalur strategis tersebut kini didorong untuk segera dipercepat.
Anggota Komisi IV DPRD Riau, Muhtarom, menilai keberadaan flyover ini sangat mendesak mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu pintu keluar-masuk utama ibu kota Provinsi Riau. Tingginya volume kendaraan setiap hari membuat kemacetan kian sulit dihindari.
"Kami tetap mendorong pembangunan flyover ini dan menggesa agar dibangun dengan baik. Kami minta tidak main-main dalam pekerjaannya, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," katanya, Senin (20/4/2026).
Menurut Muhtarom, Pemerintah Provinsi Riau sebenarnya sudah memiliki pengalaman dalam pembangunan infrastruktur serupa. Karena itu, ia berharap proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas dan keselamatan.
Ia menyoroti pentingnya aspek keamanan dalam desain flyover, mengingat sejumlah kecelakaan fatal pernah terjadi di dua flyover lain di Pekanbaru dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini, menurutnya, harus menjadi pelajaran penting.
"Bagaimana agar dibangun lebih tinggi dan dirancang agar jangan sampai terjadi lagi kecelakaan seperti sebelumnya," tegas Muhtarom.
Ia menambahkan, perencanaan harus mencakup pemasangan rambu-rambu sejak awal serta peningkatan tinggi pagar pengaman untuk meminimalisasi risiko kecelakaan di masa mendatang.
Proyek flyover Garuda Sakti sendiri dijadwalkan mulai dibangun pada tahun 2027 dengan pendanaan dari APBN. Sementara itu, proses pembebasan lahan ditargetkan rampung pada tahun 2026 dengan anggaran Rp30 miliar dari APBD Provinsi Riau.
Berdasarkan data sementara, terdapat 92 bidang tanah yang akan dibebaskan, tersebar di Kecamatan Tuah Madani dan Kecamatan Bina Widya. Pemerintah provinsi pun dituntut bergerak cepat agar tahapan awal ini tidak menghambat pelaksanaan proyek secara keseluruhan.
Dengan dorongan dari legislatif dan urgensi di lapangan, proyek ini diharapkan benar-benar menjadi solusi konkret bagi kemacetan dan keselamatan lalu lintas di Pekanbaru.