PEKANBARU – Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau, Imustiar, buka suara terkait tuduhan mengenai kehadirannya di lingkungan DPRD Riau yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Ia menilai informasi yang beredar tidak akurat dan cenderung menggiring opini publik secara sepihak.
Imustiar menyayangkan pemberitaan yang tidak berimbang karena pihak yang menyebarkan informasi tersebut tidak terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepadanya.
Menurutnya, pemberitaan seharusnya mengedepankan prinsip komunikasi dua arah agar pemberitaan yang disampaikan valid.
"Tidak pernah ada menghubungi saya untuk meminta penjelasan atau klarifikasi. Seharusnya ada komunikasi dua arah supaya sumber informasi itu valid," ujarnya ke halloriau, Selasa (28/4/2026).
Ia menegaskan bahwa dirinya tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota dewan, terutama dalam agenda penting seperti Rapat Paripurna. Bahkan, ia mengaku kerap hadir lebih awal sebagai bentuk komitmen terhadap tugasnya.
Terkait ketidakhadiran dalam beberapa kesempatan, Imustiar menjelaskan hal tersebut biasanya disebabkan oleh kondisi kesehatan atau keperluan mendampingi orang tuanya berobat. Ia menyebut pada bulan Ramadan lalu sempat mengalami sakit hingga hampir dua pekan.
Selain itu, ia juga mengakui pernah membawa orang tuanya ke kantor DPRD Riau karena jadwal pengobatan yang berdekatan dengan agenda kerja. Namun demikian, ia memastikan setiap kondisi tersebut selalu dikomunikasikan kepada pimpinan DPRD, baik melalui staf maupun secara langsung.
Sementara itu, terkait absensi dalam rapat komisi maupun panitia khusus (pansus), Imustiar menyebut hal tersebut umumnya disebabkan oleh tugas lain, seperti agenda Badan Kehormatan atau kegiatan di daerah pemilihan, seperti sosialisasi rancangan peraturan daerah (Ranperda) dan agenda masyarakat lainnya.
Ia menegaskan seluruh agenda tersebut telah dikomunikasikan kepada staf maupun pimpinan komisi.