www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Astra Agro Terapkan Empat Strategi Optimalkan Produktivitas Lahan Suboptimal
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Sempat Saling Dorong dengan Polisi, Massa HMI Duduki Halaman Kantor DPRD Riau
Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:19:22 WIB
Massa HMI duduki halaman kantor DPRD Riau (foto/Mimi)
Massa HMI duduki halaman kantor DPRD Riau (foto/Mimi)

PEKANBARU – Ratusan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pekanbaru terlibat ketegangan dengan aparat kepolisian saat menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Provinsi Riau, Rabu (21/10/2026).

Massa akhirnya berhasil masuk dan menduduki halaman kantor dewan untuk menyampaikan tuntutan terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah.

Ketegangan terjadi ketika massa merasa tidak mendapat sambutan yang diharapkan dari pimpinan DPRD Riau. Dalam aksi tersebut, mahasiswa hanya ditemui tiga anggota DPRD Riau, yakni Edi Basri, Abdullah, dan Sumardani.

Situasi sempat memanas ketika mahasiswa berupaya masuk ke gedung DPRD. Massa dan aparat kepolisian bersama petugas Satpol PP terlibat aksi saling dorong di pagar kantor dewan.

Mahasiswa bersikeras ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para wakil rakyat. Mereka menilai persoalan karhutla dan kabut asap yang kembali terjadi merupakan masalah tahunan yang belum ditangani secara tuntas.

"Kami mau masuk ke dalam untuk berdialog, untuk berdiskusi akar permasalahan Karhutla dari hulu sampai ke hilir. Kami tidak mau anarkis, ini rumah rakyat yang kami juga punya hak untuk masuk," ujar salah seorang massa.

HMI Pekanbaru menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi. Mereka mendesak pemerintah menelusuri akar persoalan, termasuk tanggung jawab korporasi, penegakan hukum, pencegahan kebakaran, hingga pemulihan kondisi masyarakat yang terdampak asap.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan 10 tuntutan kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Salah satu tuntutan utama adalah mendesak Presiden Prabowo Subianto menetapkan karhutla di Sumatra, Kalimantan, dan Papua sebagai bencana nasional.

Selain itu, HMI mendesak pencopotan Menteri Kehutanan dan meminta agar yang bersangkutan dipulangkan ke Provinsi Riau.

Mahasiswa juga menuntut pemerintah mengumumkan seluruh korporasi yang konsesinya terbakar sepanjang 2026 di Riau. Pengumuman tersebut, menurut tuntutan mereka, harus mencakup peta batas konsesi, luas area terbakar, serta status hukum masing-masing perusahaan.

Tuntutan itu dikaitkan dengan janji Presiden pada 8 September yang disebut mahasiswa sebagai dasar untuk meminta keterbukaan informasi mengenai perusahaan yang konsesinya mengalami kebakaran.

Di bidang penegakan hukum, HMI mendesak agar korporasi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab ditetapkan sebagai tersangka apabila terbukti memenuhi unsur tindak pidana kebakaran. Mereka juga meminta penjatuhan sanksi pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Mahasiswa turut mendesak pemerintah mengajukan gugatan perdata terhadap perusahaan yang terbukti menyebabkan kebakaran. Gugatan tersebut ditujukan untuk menuntut ganti rugi atas kerusakan lingkungan, kerugian masyarakat, dan biaya pemulihan lingkungan.

Tak hanya itu, HMI meminta pencabutan atau pembekuan izin usaha dan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan yang berulang kali mengalami kebakaran. Langkah tersebut, menurut tuntutan mereka, perlu didasarkan pada audit kepatuhan independen yang hasilnya dipublikasikan secara transparan dan disertai sanksi administratif tegas.

Dalam aspek pencegahan, mahasiswa mendesak pemerintah memperkuat sistem pengawasan, kesiapsiagaan, dan perlindungan masyarakat untuk mencegah serta menanggulangi pembakaran lahan gambut.

Mereka juga meminta Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2019 dijalankan dengan dukungan anggaran yang jelas. Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah kabupaten diminta memublikasikan kesiapan menghadapi musim kemarau, bukan sekadar menetapkan status siaga.

Perhatian terhadap masyarakat terdampak asap juga menjadi bagian dari tuntutan HMI. Mahasiswa meminta penyediaan layanan kesehatan gratis, masker, ruang bebas asap, serta kompensasi bagi kelompok rentan.

Pada poin terakhir, HMI mendesak pemerintah melindungi petani kecil dan masyarakat adat dari kriminalisasi, sekaligus mengusut aktor intelektual di balik dugaan penggunaan orang suruhan dalam praktik pembakaran lahan.

Melalui aksi tersebut, HMI Pekanbaru mendesak pemerintah dan para pemangku kepentingan mengambil langkah konkret dalam menangani karhutla. Mereka menilai penanganan persoalan tersebut harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan dan penegakan hukum hingga perlindungan masyarakat serta pemulihan lingkungan.

Penulis: Mimi
Editor: Riki


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
PT Astra Agro terapkan empat strategi optimalkan produktivitas lahan suboptimal (foto/Andy)Astra Agro Terapkan Empat Strategi Optimalkan Produktivitas Lahan Suboptimal
Polres Pelalawan tangani dugaan kekerasan seksual terhadap remaja perempuan (foto/Andy)Pria 41 Tahun di Pelalawan Diamankan atas Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur
Kepsek SMA Negeri 16 Pekanbaru Dr Nurhafni bersama Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Unri dalam pelatihan jurnalistik dan pembuatan konten medsos (foto/riki) Mahasiswa Pascasarjana Unri Asah Kreativitas Digital Siswa SMAN 16 Pekanbaru
HMI menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Provinsi Riau (foto/Mimi)Demo di DPRD Riau, HMI Desak Kasus Karhutla Jadi Bencana Nasional
PGRI Pelalawan salurkan Rp110 juta bagi guru korban kebakaran di Ukui.(foto: andi/halloriau.com)Rumah Guru SMAN 1 Ukui Ludes Terbakar, PGRI Pelalawan Galang Dana Rp110 Juta
  Polisi ungkap penyelewengan solar subsidi di Siak, polisi sita 12 baby tank dan puluhan jeriken (foto/ist)Polda Riau Bongkar Gudang Solar Subsidi di Siak, 6.500 Liter BBM Disita
Massa HMI duduki halaman kantor DPRD Riau (foto/Mimi)Sempat Saling Dorong dengan Polisi, Massa HMI Duduki Halaman Kantor DPRD Riau
Jembatan Siak III Pekanbaru bakal ditutup total (foto/int)Jembatan Siak III Pekanbaru Bakal Ditutup Total hingga November? Simak Jadwalnya
Maxim Bengkalis bagikan masker untuk warga.(foto: istimewa)Kabut Asap Selimuti Bengkalis, Maxim Turun ke Jalan Bagikan 1.000 Masker
Momen perayaan HUT ke-62 Golkar di Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)HUT Golkar ke-62 di Pelalawan Digelar Sederhana, Ini Rangkaian Kegiatannya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved