DUMAI - Memasuki awal tahun 2026, kondisi harga bahan pangan di Kota Dumai belum sepenuhnya berpihak pada konsumen.
Meski beberapa komoditas strategis seperti telur dan daging ayam ras mulai menunjukkan tren penurunan, harga cabai justru kembali melonjak dan menjadi faktor utama tingginya beban belanja rumah tangga.
Pantauan di pasar tradisional Dumai, Jumat (2/1/2026), harga telur ayam ras tercatat Rp50 ribu per papan atau setara Rp28 ribu per kilogram. Angka ini lebih rendah dibandingkan akhir Desember 2025.
Penurunan serupa terjadi pada daging ayam ras yang kini dijual Rp33 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya Rp35 ribu per kilogram.
Namun, harga daging sapi segar masih bertahan stabil di kisaran Rp140 ribu per kilogram.
“Sekarang sudah turun, sebelumnya Rp35 ribu per kilo untuk daging ayam ras,” ujar Udin, pedagang ayam ras di Dumai, Jumat (2/1/2026).
Ia mengakui, penurunan harga mulai terasa sejak memasuki awal tahun 2026 setelah sempat tinggi pada pekan terakhir Desember.
Hal yang sama disampaikan Butet, pedagang telur ayam ras. Menurutnya, harga telur kini relatif lebih terjangkau dibandingkan akhir tahun lalu.
“Sekarang Rp28 ribu per kilogram atau Rp50 ribu per papan,” ungkapnya.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah keriting yang sempat turun ke Rp65 ribu per kilogram di akhir 2025, kembali naik menjadi Rp70 ribu per kilogram di awal 2026.
Sementara itu, cabai rawit merah tembus Rp80 ribu per kilogram dan bawang merah berada di angka Rp50 ribu per kilogram.
Kadisdag Kota Dumai, Zulfikar mengatakan, lonjakan harga cabai masih menjadi persoalan utama di awal tahun ini.
“Harga cabai merah memang masih mahal, sekitar Rp70 ribu per kilogram. Untuk telur ayam ras sudah mulai turun di Rp28 ribu per kg dan daging ayam ras Rp33 ribu per kg,” kata Zulfikar.
Ia menjelaskan, terbatasnya pasokan cabai menjadi penyebab utama tingginya harga.
Kondisi cuaca yang tidak menentu serta terganggunya daerah sentra produksi di Sumatera Barat dan Sumatera Utara akibat bencana turut memengaruhi distribusi.
Sementara itu, harga daging sapi segar disebut relatif aman. Bahkan, menurut Zulfikar, tidak ada indikasi kenaikan harga dalam waktu dekat.
“Harga daging sapi masih stabil di Rp140 ribu per kilogram dan cenderung turun,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemko Dumai telah menyiapkan langkah antisipatif melalui kerja sama lintas instansi.
“Kami bersama dinas ketahanan pangan akan menggelar pasar murah di awal tahun 2026 ini untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok,” pungkasnya.